Pemecatan Terawan Dianggap Pelecehan Terhadap Jokowi

Dany Garjito Suara.Com
Senin, 28 Maret 2022 | 13:37 WIB
Pemecatan Terawan Dianggap Pelecehan Terhadap Jokowi
Menkes Terawan pakai masker jadi sorotan warganet. (Dok. Twitter/@Jokowi)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemecatan dr Terawan oleh IDI dinilai sama dengan melecehkan Presiden Jokowi. Hal itu menurut penilaian Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning Proletariyati.

"Saya rasa ini pelecehan terhadap Pak Jokowi. Masa sih, (mantan) Menterinya Pak Jokowi sampai dipecat sama IDI, itu kan sama juga melecehkan Pak Jokowi milih menteri yang nggak bener," kata Ribka seperti dikutip dari WartaEkonomi -- jaringan Suara.com, Senin (28/3/2022).

Ribka menilai bahwa dr Terawan adalah salah satu dokter terbaik dan luar biasa yang dimiliki Indonesia. Prestasi dr Terawan juga sudah diakui dunia.

"Pak Terawan luar biasa bekerja di RSPAD, seorang jenderal juga, yang prestasinya tidak main-main, pernah diakui dunia," kata Ribka.

Anggota DPR ini juga heran soal IDI yang mempersoalkan vaksin Nusantara yang sedang dikembangkan dr Terawan. Alih-alih dipersoalkan, seharusnya justru diapresiasi sebab Terawan mempunyai jiwa nasionalisme tinggi karena mengembangkan vaksin Nusantara.

"Itu kan malah bagus ketika republik ini impor vaksin dari China, Pak Terawan jiwa nasionalisme-nya tinggi, dia tetap percaya Indonesia bisa menciptakan vaksin sendiri, vaksin Nusantara," kata Ribka.

Hal tersebut dinilai sejalan dengan Jokowi yang sedang gencar mendorong jajarannya untuk menggunakan produk Indonesia, bukan produk impor.

Ketua DPP PDIP ini juga mengimbau agar Ikatan Dokter Indonesia lebih memperjuangkan nasib dokter.

"IDI lebih bagus perjuangkan nasib-nasib dokter-lah, adik kita dokter-dokter itu anak-anak kita, dokter yang nasibnya tidak jelas, terkatung-katung, lebih baik memperjuangkan mereka," katanya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR Dasco: Saya Minta Polisi Selidiki Orang di Balik Rekomendasi Pemecatan Terawan

Ia menilai bahwa kesalahan dr Terawan jika dari sisi dokter nyaris tidak ada.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI