Suara.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menanggapi kabar reshuffle kabinet.
Isu reshuffle kabinet memang tengah beredar. Apalagi ditambah dengan kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menteri yang doyan berbelanja impor.
Cak Imin percaya bahwa kader PKB yang menjabat sebagai menteri tak akan direshuffle Jokowi.
"Mana ada yang berani senggol PKB," kata Muhaimin Iskandar, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Minggu (27/3/2022).
Baca Juga: Jokowi Tak Dipercaya soal Ancaman Bakal Reshuffle Menteri: Omongan dan Tindakan Dia Berbeda
Cak Imin mengaku dirinya belum mendapatkan kabar terkait reshuffle kabinet.
Ia mengaku belum diajak bicara perihal reshuffle kabinet sebagai ketum PKB.
"Belum ada kabar, kalau ada kabar saya kasih tahu," ujarnya.
Selain itu, Cak Imin mengaku ikut geram dengan menteri yang berbelanja barang impor.
Menurutnya, hal yang wajar apabila Presiden Jokowi marah melihat para menteri berbelanja impor.
Baca Juga: Cak Imin Berencana Bakal Temui Megawati, Bahas Wacana Penundaan Pemilu?
"Saya juga kritik, minta diambil langkah-langkah cepat untuk mengatasi ini. Wajar saja presiden marah, wajar," ungkapnya.
Sebelumnya, Jokowi tak segan memberikan ancaman kepada menteri, kepala daerah, kepala lembaga negara dan BUMN untuk diganti apabila tidak menggunakan anggaran dengan membeli produk-produk dalam negeri.
Jokowi jengkel karena anggaran negara dan daerah sering digunakan untuk membeli barang impor.
Itu disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada menteri Kabinet Indonesia Maju, kepala lembaga, kepala daerah se-Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara tentang aksi afirmasi bangga buatan Indonesia di Bali, Jumat (25/3/2022).
"Saya sampaikan ke menteri BUMN, dah ganti dirutnya, ganti, ngapain kita? Kementerian, sama saja tapi itu bagian saya itu. Reshuffle, sudah heeh saya itu, kayak gini enggak bisa jalan, sudah di depan mata uangnya ada, uang, uang kita sendiri tinggal belanjakan produk dalam negeri saja sulit." kata Jokowi.