Dia dituduh melakukan wanprestasi di bidang ekonomi, birokrasi dan kebijakan luar negeri. Pakistan saat ini menghadapi lonjakan angka inflasi yang diperparah dengan defisit anggaran dan anjloknya cadangan devisa luar negeri.
Khan berusaha mengendalikan situasi dengan menurunkan harga bahan bakar dan listrik. Namun upayanya itu dinilai tidak cukup.
Koalisi oposisi antara lain terdiri dari Partai Liga Muslim Pakistan (PML-N) dan Partai Rakyat Pakistan (PPP) bentukan Nawaz Sharif dan Benazir Bhutto.
"Mereka punya jumlah yang cukup,” untuk Mosi Tidak Percaya, "bahkan lebih dari itu,” kata Pervaiz Elahi, salah satu ketua partai koalisi Imran Khan, Selasa (15/3) silam.
"Dia 100 persen dalam bahaya,” kata rekan koalisinya itu. Dia merujuk pada empat partai kecil yang menyumbang 20 kursi bagi koalisi pemerintah. "Mereka sekarang condong ke arah oposisi,” imbuh Elahi.
Bersama partainya, Elahi dikabarkan sudah menjalin kontak dengan kelompok oposisi untuk menegosiasikan pemerintahan baru jika Khan dilengserkan.
Posisi PM Imran Khan banyak melemah sejak berseteru dengan militer ihwal pergantian kepala dinas rahasia, ISI.
Lantaran dukungan angkatan bersenjata bagi perdana menteri sangat penting, gosip keretakan antara istana negara dan markas besar militer turut memperkuat upaya pemakzulan.
Menghimpun kekuatan rakyat PM Khan berusaha menyerap dukungan akar rumput untuk menyelamatkan koalisi pemerintahannya.
Senin (21/3), dia berpidato membela pencapaian pemerintah saat meresmikan sebuah rumah sakit di Islamabad.