Ketum PBNU Gus Yahya soal Wacana Pemilu Ditunda: Silakan Dibahas, Kami Tinggal Ikut Saja

Selasa, 15 Maret 2022 | 17:49 WIB
Ketum PBNU Gus Yahya soal Wacana Pemilu Ditunda: Silakan Dibahas, Kami Tinggal Ikut Saja
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf saat menerima kunjungan dari Ketua DPR RI Puan Maharani. (Suara.com/Novian)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengaku pihaknya menyerahkan kepada yang berwenang menyoal wacana penundaan Pemilu 2024.

Ia berujar PBNU hanya sebatas mendengar wacana tersebut dan kemungkinan bisa menjembatani di awal jika memang diperlukan.

"Kami persilakan saja kepada yang berwenang untuk itu untuk membahasnya silakan. PBNU akan menerima apapun keputusan yang dibuat oleh para pemegang wewenang dalam hal ini pemerintah, DPR dan lain-lain," kata Gus Yahya usai menerima kunjungan Ketua DPR RI Puan Maharani di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Menurut Gus Yahya, PBNU nantinya akan mengikuti keputusan apapun yang memang menjadi kesepakatan.

"Silakan, kami tinggal ikut saja," kata Gus Yahya.

Ia juga bicara ihwal wacana penundaan Pemilu yang bisa jadi melanggar konstitusi apabila diteruskan. Namun menurutnya, pelanggaran bisa tidak terjadi apabila memang dilakukan sesuai mekanisme.

"Sejauh memang ada mekanisme yang membolehkan. Kalau nggak ya nggak. Kalau membolehkan silakan saja," ujarnya.

Puan Maharani Sowan

Ketua DPR RI Puan Maharani berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kehadirannya itu untuk tujuan silaturahmi kepada Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf yang belum lama ini memimpin PBNU.

Baca Juga: Soal Wacana Penundaan Pemilu 2024, Gus Yahya: Silakan Dibahas, PBNU Terima Apapun Keputusan Pemegang Wewenang

"Kami datang ke sini sekalian silaturhami tentu saja ingin menyampaikan bahwa membangun bangsa dan negara itu tidak bisa sendirian. Membangun bangsa dan negara itu harus dilakukan secara bergotong royong," kata Puan di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI