Tindaklanjuti Kritikan Jokowi soal Prajurit TNI Tolak IKN di Grup WA, KSAD Dudung: Jangan Ada yang Ngomong Aneh-aneh!

Rabu, 02 Maret 2022 | 11:12 WIB
Tindaklanjuti Kritikan Jokowi soal Prajurit TNI Tolak IKN di Grup WA, KSAD Dudung: Jangan Ada yang Ngomong Aneh-aneh!
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (Suara.com/Ria Rizki)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman mengaku bakal memberikan penekanan kepada seluruh komandan satuan supaya tidak ada lagi yang membicarakan soal penolakan pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Ia juga meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk tidak membicarakan hal yang aneh-aneh di luar perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Penekanan tersebut bakal disampaikan Dudung dalam Rapat Pimpinan TNI AD Tahun 2022 yang digelar di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2022). Penekanan itu juga dilakukan Dudung sebagai tindak lanjut dari pernyataan Jokowi yang menyinggung adanya penolakan IKN Nusantara di obrolan-obrolan grup WhatsApp prajurit.

"Saya sampaikan nanti akan saya tekankan kepada seluruh komandan satuan di sini ya dukung lah pemerintah jangan ada yang ngomong aneh-aneh lah, yah," kata Dudung.

"Kalau kita loyalitas tegak lurus kepada presiden sebagai pimpinan atau panglima tertinggi kita," sambungnya.

Di samping itu, Dudung menerangkan kalau dirinya sudah sempat mengunjungi kawasan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang menjadi titik dari IKN Nusantara. Dari pihak TNI sendiri sudah menyiapkan kawasan khusus bagi mereka di sana.

Dudung menambahkan bahwa pihaknya akan mengirimkan satuan-satuan kecil yang bakal menjaga selama pembangunan berlangsung.

"Dalam rangka membantu program pengamanan pada saat proses pembangunan itu nanti akan ditempatkan."

Sebelumnya, Jokowi meminta kepada seluruh jajaran TNI-Polri untuk bisa memperbaiki diri terutama soal kedisiplinannya. Ia menyinggung grup-grup pesan WhatsApp para prajurit dan juga keluarga yang kerap menjadikan tempat untuk berbicara di luar keputusan pemerintah.

"Tidak bisa yang namanya tentara, yang namanya polisi itu ikut dalam urusan demokrasi! Enggak ada yang namanya bawahan itu merasa bebas, tidak sama dengan atas, enggak boleh," ujar Jokowi.

Baca Juga: Bicara Keunggulan IKN Nusantara, Jokowi: Sebuah Kota yang Tidak Bisa Dimiliki Jakarta

Ia mewanti-wanti dengan obrolan-obrolan para prajurit beserta keluarga melalui grup pesan instan yang harus dijaga sangat hati-hati.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI