3 Kasus Kekerasan Seksual yang Divonis Hukuman Kebiri, Ada yang Nekat Perkosa Belasan Anak di Bawah Umur

Rabu, 16 Februari 2022 | 06:45 WIB
3 Kasus Kekerasan Seksual yang Divonis Hukuman Kebiri, Ada yang Nekat Perkosa Belasan Anak di Bawah Umur
Ilustrasi Pelecehan seksual oleh oknum pengasuh pondok pesantre, kekerasan seksual yang divonis kebiri kimia [Suara.com/Emal]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Herry Wirawan batal mendapatkan hukuman mati dan kebiri kimia dalam kasus pemerkosaan 13 santriwati. Majelis Hakim memutuskan menjatuhi hukuman seumur hidup diminta membayar restitusi atau kerugian kepada korban sebesar Rp 331 juta. Nasib Herry Wirawan jauh lebih beruntung, ada beberapa kasus kekerasan seksual lain yang berujung divonis hukuman kebiri.

Melalui putusan Majelis Hakim tersebut, Herry Wirawan urung mendapatkan hukuman kebiri yang bisa saja didapatkan para pelaku tindakan kekerasan seksual. Sebagai informasi, hukuman kebiri merupakan prosedur medis untuk menekan hasrat seksual yang dimiliki oleh pelaku tindak kekerasan seksual. Hukuman ini dilakukan dengan cara memasukan zat kimia anti-androgen untuk mengurangi hormon testosteron seseorang.

Dalam kasus kekerasan seksual lain di Indonesia, ada beberapa yang dijatuhi vonis hukuman kebiri kimia. Para pelaku kekerasan seksual tersebut haus menjalani prosedur medis kebiri kimia untuk menebus kesalahan mereka.

Berikut ini deretan kasus kekerasan seksual yang divonis hukuman kebiri yang pernah terjadi di Indonesia.

1. Muh Aris bin Syukur

Deretan kasus kekerasan seksual yang mendapatkan vonis hukuman kebiri yang pertama datang dari seorang warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto yang bernama Muh Aris bin Syukur (20). 

Aris dinyatakan bersalah atas tindak pidana kekerasan seksual dengan memperkosa 9 anak dengan dijatuhi Pasal 76D Juncto Pasal 81 ayat (2) Perppu 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman kebiri.

Aris sempat mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Surabaya pada medio 2019, namun putusan Pengadilan Tinggi justru menguatkan hukuman kebiri. Aris yang bekerja sebagai tukang las melakukan aksi bejatnya sejak 2015. Ia mengincar anak dibawah umur untuk dijadikan pemuas nafsu bejatnya sepulang bekerja.

2. Rahmat Santoso Slamet

Baca Juga: Pertimbangan Terhadap Psikologis Korban, Bayi yang Lahir dari Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Dititipkan Ke Pemprov

Guru pembina Pramuka di Surabaya bernama Rahmat Santoso Slamet (30) dijatuhi hukuman kebiri usai memperkosa 15 orang siswi. Sang pelaku merayu agar korban hadir ke pendalaman materi Pramuka di rumahnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI