Suara.com - Dua unit mobil dan dokumen aliran sejumlah uang dugaan korupsi yang menjerat mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Barang bukti tersebut ditemukan dan diamankan tim penyidik KPK saat menggeledah rumah pribadi tersangka Tagop, Ivana Kwelju (IK), dan salah satu kantor milik pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut di Kota Ambon, Maluku, Senin (31/1/2022).
"Ditemukan dan diamankan berbagai bukti diduga terkait perkara di antaranya dua unit mobil, dokumen-dokumen terkait aliran sejumlah uang yang diduga dinikmati oleh tersangka TSS dan kawan-kawan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/2/2022).
Ia mengungkapkan, bukti-bukti tersebut akan dianalisa kembali dan disita untuk melengkapi berkas perkara.
Untuk diketahui pada Rabu (26/1/2022), KPK telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku tahun 2011-2016.
Sebagai penerima, yaitu Tagop Sudarsono Soulisa dan Johny Rynhard Kasman dari pihak swasta. Sementara sebagai pemberi, yakni Ivana Kwelju dari pihak swasta.
Dalam konstruksi perkara, Tagop yang menjabat Bupati Buru Selatan periode 2011-2016 dan 2016-2021 diduga sejak awal menjabat telah memberikan atensi lebih untuk berbagai proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan.
Salah satunya dengan mengundang secara khusus kepala dinas dan kabid bina marga untuk mengetahui daftar dan nilai anggaran paket setiap pekerjaan proyek.
Tagop selanjutnya merekomendasi dan menentukan secara sepihak pihak rekanan mana saja yang bisa dimenangkan untuk mengerjakan proyek baik yang melalui proses lelang maupun penunjukan langsung.
KPK menduga dari penentuan para rekanan itu, Tagop meminta sejumlah uang dalam bentuk fee dengan nilai 7 sampai dengan 10 persen dari nilai kontrak pekerjaan.