"Drop undangan interview-nya nder. Bisa buat jaga-jaga yang lain kalau dapat undangan di situ. Berarti company tersebut abal-abal. Bayangkan aja kamu dari Tulungagung beneran otw ke sana kan ya," imbuh yang lain.

Sejarah Menara Saidah
Merujuk artikel Suara.com pada Senin (24/1/2022), Menara Saidah memiliki sejumlah cerita menyeramkan sehingga disebut sebagai gedung angker karena sudah lama tidak ditempati. Bahkan ada kabar jika menara ini memiliki kesalahan dalam pembangunan sehingga bangunan menjadi miring.
Menara Saidah merupakan sebuah gedung terbengkalai yang terletak di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 1995 dan selesai pada tahun 1998 oleh PT Hutama Karya. Setelah dibangun, gedung ini diberi nama Gedung Gracindo yang dimiliki oleh PT Mustika Ratu.
Pada tahun 2001, gedung ini direnovasi, diresmikan dan diganti nama menjadi Menara Saidah oleh Saidah Abu Bakar Ibrahim. Gedung ini kemudian digunakan sebagai gedung perkantoran. Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia juga pernah menyewa tempat di Menara Saidah untuk dijadikan sebagai kantor.
Gedung ini memiliki desain arsitektur Romawi memiliki 28 lantai yang dibangun dengan biaya mencapai Rp 50 miliar.
Pada tahun 2007, Menara Saidah diputuskan untuk ditutup karena pondasi gedung miring akibat kesalahan konstruksi yang dapat membahayakan keselamatan penghuni. Pada saat itu pihak pemilik dan Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) tidak memberikan penjelasan terkait dengan penutupan Menara Saidah.
Pada pertengahan tahun 2015 sempat ada kegiatan renovasi di Menara Saidah namun renovasi tersebut hanya berlangsung selama dua bulan.
Baca Juga: 6 Fakta Menara Saidah Jakarta, Kisah Mistis Lantai 14 Hingga Sosok Saidah Abu Bakar Ibrahim