Fakta Menara Saidah yang Viral Karena Kisah Horor: Dibangun Rp 50 Miliar, Asal Usul Nama hingga Jadi Tempat Uji Nyali

Rifan Aditya Suara.Com
Selasa, 25 Januari 2022 | 11:48 WIB
Fakta Menara Saidah yang Viral Karena Kisah Horor: Dibangun Rp 50 Miliar, Asal Usul Nama hingga Jadi Tempat Uji Nyali
Fakta Menara Saidah yang Viral Karena Kisah Horor: Dibangun Rp 50 Miliar, Asal Usul Nama hingga Jadi Tempat Uji Nyali - Gedung Menara Saidah di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (18/10).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Menara Saidah kembali viral dan jadi bahan perbincangan di Twitter karena seorang netizen mengaku melihat banyak orang beraktifitas di gedung tersebut. Hal ini membuat fakta Menara Saidah

 Berikut ini beberapa fakta Menara Saidah yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

Perlu kalian tahu, semua orang tahu kalau gedung tersebut sudah kosong sejak tahun 2007. Alasan kenapa Menara Saidah dikosongkan sejak tahun 2007 adalah karena permasalahan konstruksi pembangunan menara yang miring sehingga dapat membahayakan orang-orang yang beraktifitas di dalamnya.

Gedung tidak dihancurkan karena pemiliknya tidak mengijinkannya. Karena Menara Saidah kembali diperbincangkan, mari kita kulik fakta Menara Saidah lainnya berikut ini.

1. Dibangun dengan Dana Mencapai 50 Miliar

Fakta Menara Saidah yang pertama ialah terkait dengan waktu pembangunannya. Mulai dibangun pada 1995 dan selesai pada 1998. Kontraktor pembangunan ialah PT. Hutama Karya.

Biaya pembangunan menara Saidah yang berusia lebih dari 25 tahun ini mencapai Rp 50 miliar. Pada tahun 1998, nilai Rp 50 miliar sangat luar biasa. 

2. Asal usul nama Menara Saidah

Fakta Menara Saidah yang lainnya ialah terkait dengan nama. Menara Saidah sebelumnya bernama Gracindo, lalu diubah namanya sesuai dengan nama pemiliknya yaitu Saidah Abu Bakar Ibrahim yang merupakan mertua dari artis Inneke Koesherawati.

Baca Juga: Sejarah Menara Saidah Jakarta, Gedung Kosong yang Lagi Viral di Medsos Karena Angker

Bangunan yang awalnya dinamai Gracindo ini merupakan gedung pencakar langit pertama yang dibangun oleh PT. Hutama Karya. Ketika gedung tersebut dilelang, kepemilikan jatuh ke tangan keluarga Saidah, dan karena itulah namanya berubah. Ketika sudah jatuh ke tangan keluarga Saidah, gedung mengalami renovasi dan jumlah lantai bertambah dari yang awalnya hanya 15 lantai menjadi 30 lantai. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI