8 Hal yang Boleh dan Tidak Diperbolehkan Saat Imlek, Patuhi Jika Tak Mau Mendapat Nasib Buruk Selama Setahun!

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:52 WIB
8 Hal yang Boleh dan Tidak Diperbolehkan Saat Imlek, Patuhi Jika Tak Mau Mendapat Nasib Buruk Selama Setahun!
Ilustrasi Imlek, Hal yang boleh dan tidak diperbolehkan saat Imlek (Pixabay)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tahun Baru Imlek 2022 akan diperingati pada Selasa, 1 Februari 2022 mendatang. Momen perayaan Imlek ini dimanfaatkan bagi masyarakat Tionghoa untuk berkumpul bersama keluarga dan melaksanakan sembahyang bersama. Sebelum Tahun Baru Imlek tiba, ada baiknya Anda mengetahui hal yang boleh dan tidak diperbolehkan saat Imlek.

Imlek identik dengan berbagai macam tradisi seperti festival lampion, mengenakan pakaian merah, kembang api, memberikan angpao dan lain sebagainya. Mematuhi hal yang boleh dan tidak diperbolehkan saat Imlek dipercaya dapat menjauhkan dari nasib buruk selama satu tahun ke depan.

Melalui tradisi Imlek ini diharapkan kepada keluarga agar dapat diberkahi keberuntungan dan kemakmuran selama satu tahun ke depan. Meski demikian ada beberapa hal yang dilarang untuk dilakukan pada saat Imlek. Jika beberapa kegiatan tersebut dilakukan pada Imlek, maka dipercaya akan mendatangkan kesialan bagi siapa saja yang melakukanya.  Simak hal yang boleh dan tidak diperbolehkan saat Imlek berikut.

Lantas apa saja hal yang boleh dan tidak diperbolehkan saat Imlek berlangsung? Simak daftarnya berikut ini.

Hal yang Diperbolehkan saat Imlek

1. Mengenakan pakaian baru

Tradisi Imlek biasanya masyarakat Tionghoa mengenakan setelan terbaik mereka yang serba merah. Warna merah ini melambangkan keberuntungan dan kemakmuran bagi siapa saja yang mengenakannya.

2. Membersihkan rumah sebelum Imlek

Masyarakat Tionghoa biasanya akan membersihkan rumah dan mendekorasinya dengan pernak-pernik warna merah atau warna cerah. Karena warna tersebut dipercaya bisa memberikan energi positif untuk rumah.

Baca Juga: Menjaga Warisan Leluhur Tak Sekadar Cari Untung, Ini Kisah Pedagang Kue Keranjang di Kota Semarang

3. Memberikan angpao

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI