Pomdam Jaya Ikut Turun Tangan Tangani Kasus Penusukan Anggota TNI hingga Tewas di Jakut

Senin, 17 Januari 2022 | 13:53 WIB
Pomdam Jaya Ikut Turun Tangan Tangani Kasus Penusukan Anggota TNI hingga Tewas di Jakut
Lokasi pembunuhan anggota TNI AD berinisial S yang oleh komplotan bersenjata tajam di Taman Burung. Waduk Pluit, Penjaringan. Terpasang police line di lokasi pembunuhan. (Suara.com/Yaumal)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Seorang anggota TNI AD berinisial S (20) ditusuk oleh orang tidak dikenal hingga tewas di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara. Kodam Jaya langsung ikut turun tangan untuk mengusut kasus tersebut.

Kapendam Jaya Letnan Kolonel Cpm Dwi Indra Wirawan mengatakan pihak Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) ikut bekerja sama dengan pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut.

"Dari pihak kami, Pomdam Jaya mulai kemarin sudah berkoordinasi dengan Polsek Penjaringan membantu prosesnya," kata Dwi saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (17/1/2022).

Sementara itu, Dwi menyerahkan kepada Polsek Penjaringan, Jakarta Utara terkait informasi pengembangan dari hasil penyelidikan.

"Lebih bagus (konfirmasi) dari pihak kepolisian saja infonya," ujarnya.

Ditusuk di Jakut

Polisi membeberkan kronologis pengeroyokan hingga menewaskan anggota TNI AD berinisial S (20) di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara. Terkuak, bahwa pelaku bersenjata tajam ini sempat mencari orang Kupang sebelum akhirnya menusuk S hingga tewas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menuturkan peristiwa ini terjadi pada Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 03.06 WIB. Ketika itu, datang empat pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor.

"Kemudian turun dan mendatangi para saksi satu persatu menanyakan, "Apakah kamu orang Kupang?" tutur Zulpan kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Aksi Kejar-kejaran Pesepeda Motor di Bogor, Cekcok di Jalan Ciampea, Satu Kena Tusuk Hingga Tewas

Salah satu saksi berinisial SN lantas menjawab bahwa dirinya bukan orang Kupang melainkan orang Lampung. Selanjutnya, pelaku bertanya kepada S.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI