Eks Anggota Tim Mawar Jabat Pangdam Jaya, Orangtua Korban Penculikan: Menyiksa Batin Kami

Jum'at, 07 Januari 2022 | 17:33 WIB
Eks Anggota Tim Mawar Jabat Pangdam Jaya, Orangtua Korban Penculikan: Menyiksa Batin Kami
Keluarga korban penculikan pada peristiwa 1998. (Suara.com/Novian)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Paian Siahaan, ayah dari Ucok Siahaan yang menjadi salah satu korban penculikan paksa pada tahun 1997/1998, tidak habis pikir dan merasa prihatin ketika mendengar salah satu anggota Tim Mawar Mayor Jenderal (Mayjen) Untung Budiharto diangkat menjadi Panglima Kodam (Pangdam) Jaya.

Alih-alih mendapatkan keadilan dari Pemerintahan Jokowi, Paian justru merasa sedih karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu terus membiarkan anggota Tim Mawar mendapat jabatan di pemerintahan.

"Saya tidak habis pikir, jadi saya sangat prihatin dan juga sangat menyiksa batin kami keluarga korban dengan pengangkatan dari Untung Budiharto menjadi panglima di DKI," kata Paian dalam siaran yang ditayangkan YouTube KontraS, Jumat (7/1/2022).

Paian Siahaan, ayah Ucok Munandar Siahaan yang hilang diculik pada kurun waktu 1997-1998, mengungkapkan kekecewaan terhadap Jokowi yang ditayangkan melalui media sosial. [Tangkapan Layar]
Paian Siahaan, ayah Ucok Munandar Siahaan yang hilang diculik pada kurun waktu 1997-1998, mengungkapkan kekecewaan terhadap Jokowi yang ditayangkan melalui media sosial. [Tangkapan Layar]

Ia mengungkapkan, semestinya hukuman yang diberikan pemerintah terkait penculikan kepada anggota Tim Mawar yang terlibat menjadi tolok ukur pemerintah dalam memberikan jabatan.

"Yang diculik pada saat itu, di mana Tim Mawar telah diberikan hukuman. Artinya, telah diketahui dan telah disetujui mereka telah mengakui, (bahwa) mereka melakukan penculikan. Kenapa sudah melakukan kejahatan, tetapi kok masih bisa diterima sebagai anggota TNI dan dapat jabatan yang sangat mentereng?" sambungnya.

Paian kembali mengingat saat dirinya bersama keluarga korban penculikan pernah diundang Jokowi ke Istana Negara hingga tiga kali kesempatan. Dalam pertemuan itu, Paian mengungkapkan, jika Jokowi selalu berjanji akan menuntaskan masalahan pelanggaran HAM berat masa lalu.

Namun pada kenyataannya, Paian dan keluarga lainnya belum pernah melihat pelunasan janji Jokowi tersebut. Sebab, yang mereka dengar justru sejumlah anggota Tim Mawar yang mendapatkan jabatan.

Sedikit mengungkapkan, Paian menyebut kalau korban penculikan itu dinilai menjadi pihak yang paling menyedihkan. Sebab, status atau kondisi dari korban penculikan itu tidak pernah diketahui hingga saat ini.

"Karena kita tidak tahu statusnya itu, status itu kan artinya penculikan itu masih berjalan terus sampai diketahuinya status anak itu," ujarnya.

Baca Juga: Eks Tim Mawar Diberi Jabatan, KontraS: Jokowi Tak Berani Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat

Paian mengaku sudah tidak mampu berkata-kata apapun selain hanya bisa meminta mukjizat dari Tuhan supaya membuka hati nurani Jokowi agar memberikan keadilan kepada korban dan keluarga penculikan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI