Suara.com - Polisi Kazakhstan membunuh puluhan demonstran yang menyerbu gedung pemerintah di tengah kerusuhan massal yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar.
Menyadur Al Jazeera Kamis (6/1/2022) juru bicara polisi mengatakan pada Khabar-24 bahwa situasi dipersulit dengan adanya 'pasukan ekstremis'.
Mereka menyebut pasukan itu berusaha menyerbu gedung administrasi serta departemen kepolisian di kota terbesar di negara itu, Almaty.
“Puluhan penyerang dihilangkan, identitas mereka sedang ditetapkan,” kata Saltanet Azirbek.
Ratusan demonstran menyerbu alun-alun utama Almaty pada hari Kamis meskipun lokasi itu diamankan tentara dan beberapa pengangkut personel lapis baja.
![Mobil polisi terbakar saat aksi protes menentang kenaikan harga LPG, menyusul keputusan otoritas Kazakh untuk mencabut batas harga pada bahan bakar gas cair, di Almaty, Kazakhstan, Selasa (4/1/2022). [Dok.Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/06/14274-aksi-protes-kazakhstan.jpg)
Protes terbaru datang sehari setelah demonstran menyerbu istana presiden dan kantor wali kota di Almaty dan membakar keduanya.
Kerumunan juga sempat menyerbu bandara Almaty pada hari Rabu yang mengakibatkan beberapa penerbangan dibatalkan.
Video yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan pasukan berpatroli di jalanan Almaty, menembakkan senjata dengan aksi penjarahan yang meluas di kota.
Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan mengatakan sedikitnya delapan polisi dan pasukan penjaga nasional tewas dalam kerusuhan itu sementara 300 lainnya terluka.
Baca Juga: Situasai Darurat, WNI di Kazakhstan Diminta Waspada

Presiden Kassym-Jomart Tokayev minta bantuan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) pada Rabu malam.