Inggris Mencatat Kematian Pertama Akibat Varian Omicron

SiswantoABC Suara.Com
Selasa, 14 Desember 2021 | 11:42 WIB
Inggris Mencatat Kematian Pertama Akibat Varian Omicron
Ilustrasi nakes Eropa. (Getty Images)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sam Collins, 30 tahun, mengatakan dia tidak terlalu mengkhawatirkan varian Omicron. Namun ia mengatakan merasa lebih aman kalau mendapatkan vaksin dosis ketiga.

"Pasangan saya baru saja melahirkan dan dia belum divaksinasi, jadi kalau saya mendapat tambahan vaksin akan sangat membantu," katanya.

Inggris lebih banyak memiliki kasus Omicron di dunia saat ini, karena tingginya angka perjalanan dari Afrika Selatan.

Wabah Omicron juga lebih banyak ditemukan di Inggris karena negara tersebut merupakan yang terdepan dalam metode genome, yang bisa melacak varian baru lebih cepat dibandingkan negara lain.

Dengan meningkatnya angka penularan varian Omicron, Pemerintah Inggris mewajibkan warga untuk menunjukkan sertifikat vaksin bagi mereka yang memasuki klub malam.

Inggris juga kembali memberlakukan aturan pembatasan, yang sebelumnya sudah dicabut enam bulan lalu.

Masker harus kembali digunakan di dalam ruangan dan warga dianjurkan bekerja dari rumah bila memungkinkan.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Baca Juga: Negara-negara Eropa Percepat Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Demi Tangkal Varian Omicron

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI