Terungkap! Motif ART Rampas Aset Tanah Milik Ibunda Nirina Zubir

Kamis, 18 November 2021 | 15:17 WIB
Terungkap! Motif ART Rampas Aset Tanah Milik Ibunda Nirina Zubir
Riri Khasmita (berhijab) menatap sinis ke arah Nirina Zubir, saat dihadirkan oleh Polda Metro Jaya, Kamis (18/11/2021). [Evi Ariska/Suara.com]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Polisi mengungkap motif asisten rumah tangga (ART) merampas aset tanah senilai Rp 17 miliar milik almarhum ibu Nirina Zubir. Menurutnya, motif Riri Khasmita itu ialah demi mencari keuntungan alias uang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan itu berdasar hasil pemeriksaan terhadap tersangka.

"Motivasinya adalah mencari keuntungan, uang sudah pasti," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Menurut Tubagus, Riri dan empat tersangka lainnya mencairkan aset tanah yang dirampas dengan cara menjual dan diagunkan. Selanjutnya mereka membagi hasil untuk selanjutnya dipergunakan sebagai modal usaha hingga jalan-jalan keluar negeri.

"Diuangkan dengan dua cara yaitu dijual dan diagunkan," ucapnya.

Amarah Nirina Zubir

Nirina Zubir murka saat pertama kali berjumpa dengan Riri. Dia terlihat emosional ketika mengingat bagaimana kebaikan ibunya terhadap Riri yang justru dibalas sebuah pengkhianatan.

Pantauan Suara.com saat jumpa pers di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (18/11/2021), Nirina secara emosional menatap wajah Riri. Selanjutnya dia menjelaskan kepada awak media bahwa wanita tersebut merupakan pelaku yang merampas aset tanah milik ibunya.

"Kepada saudari Riri, yang ibu saya selamatkan dari keluarga tirinya yang tidak menerima dirinya, dibawa ke rumah ibu saya, diberikan pekerjaan yang layak, ini dia orangnya," jelas Nirina.

Baca Juga: Rampas Aset Tanah, Nirina Murka ke ART: Ibu Saya Selamatkan Anda dari Keluarga Tiri!

Nirina mengemukakan kenapa dirinya sangat emosional. Hal ini, kata dia, lantaran almarhum ibunya selama masa hidupnya sendiri belum pernah merasakan jerih payah atas hasil kerjanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI