Taliban Kirim Surat Terbuka, Desak AS Segera Cairkan Aset Afghanistan

Bangun Santoso Suara.Com
Kamis, 18 November 2021 | 14:16 WIB
Taliban Kirim Surat Terbuka, Desak AS Segera Cairkan Aset Afghanistan
ILUSTRASI Kelompok Taliban. Foto: Al Jazeera
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

“Kami menyerahkan semua pengaruh ketika kami meninggalkan Afghanistan, termasuk menyerahkan Pangkalan Udara Baghram yang merupakan pusat pengintaian intelijen di wilayah itu. Dan satu-satunya pengaruh yang tersisa pada Taliban kini adalah aset-aset yang telah kami bekukan,” ujar McCaul.

“Jadi saya tidak akan mencairkan aset-aset itu dengan sangat mudah tanpa adanya konsesi besar yang dilakukan oleh Taliban,” tambahnya.

Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah menangguhkan dana bantuan sebesar $1,2 miliar yang sedianya mereka keluarkan untuk Afghanistan pada tahun ini.

“Kami berharap anggota-anggota Kongres Amerika dapat berpikir secara komprehensif atas hal ini dan para pejabat Amerika melihat dari kacamata keadilan terhadap penderitaan yang dialami rakyat Afghanistan, yang meningkat akibat sanksi-sanksi dan perlakuan partisan yang tidak adil, dan meminta untuk tidak menyelesaikan isu kemanusiaan ini dengan cara yang dangkal," tulis Muttaqi dalam suratnya.

Associated Press melaporkan Taliban kini kesulitan untuk membayar para dokter, guru dan pegawai pemerintah lainnya.

Sanksi Internasional

Sanksi-sanksi internasional juga mempersulit PBB dan kelompok-kelompok bantuan internasional untuk membayar staf mereka dan mempertahankan operasi bantuan kemanusiaan di Afghanistan.

Pemerintah Amerika telah membekukan aset Afghanistan karena keprihatinan atas hak asasi manusia dan terorisme di bawah pemerintahan Taliban. Kelompok Islamis itu juga ditekan agar memerintah negara itu dengan sistem politik yang inklusif, yang melindungi hak-hak perempuan dan kelompok minoritas.

Program Pangan Dunia PBB telah memperingatkan bahwa konflik syang terjadi selama bertahun-tahun dan kekeringan yang berkepanjangan di negara tersebut akan membuat lebih dari separuh penduduk Afghanistan yang diestimasi berjumlah 40 juta orang akan mengalami kelaparan pada musim dingin mendatang. (Sumber: VOA Indonesia)

Baca Juga: Taliban Ganti Patung Pemimpin Syiah dengan Replika Alquran Raksasa, Warga Geram

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI