Pekerjaannya sebagai seorang penyiar berita olahraga membuatnya kian aktif di organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di mana dirinya menjadi anggota di dalamnya pada 1990 hingga 2001. Selain itu, dirinya juga merupakan anggota Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) .
Pada tahun 2009, Max mendirikan Sheba FM, yaitu sebuah stasiun radio yang berbasis di Bogor bagian barat dan mengudara pada frekuensi 87,8 FM, stasiun radio tersebut kini bernama X Channel.
Kiprah Max Sopacua di Dunia Politik
Max Sopacua terjun ke dunia politik, dirinya bergabung dengan Partai Demokrat pada 2002 setelah tidak lagi bekerja di TVRI, dan langsung menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Demokrat pada saat itu hingga 2005.
Pada pemilu legislatif 2004, Max terpilih sebagai anggota DPR RI untuk dapil Jawa Barat IV yang saat itu meliputi wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, ia memperoleh 29.827 suara. Selama di DPR untuk periode 2004–2009, dirinya bertugas di Komisi IX dan sempat menjadi wakil ketua di komisi tersebut dari tahun 2005–2007. Selain itu, dirinya juga menjadi Wakil Ketua Panitia Khusus Angket tentang Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak pada 2008 hingga 2009.
Pada kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Hadi Utomo periode 2005–2010, Max Sopacua ditunjuk sebagai Ketua DPP Bidang Pendidikan, Pemuda dan Kominfo. Pada pemilu legislatif 2009, dirinya terpilih kembali menjadi anggota DPR, kali ini mewakili dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) untuk periode 2009–2014, perolehan suaranya meningkat signifikan dengan mendulang 95.797 suara.
Dirinya bertugas di Komisi I dan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen sebagai anggota, di Fraksi Partai Demokrat Max menjadi wakil ketuanya pada 2009 hingga 2010, setelahnya dirinya dipercaya sebagai penasihat fraksi hingga periode masa jabatan berakhir pada 2014. Sepak terjangnya di DPR hanya dua periode saja, sebab pada pemilu legislatif 2014 dan 2019 Max gagal meraih kursi DPR.
Kemudian pada Juni 2019, Max bersama sejumlah tokoh senior Partai Demokrat membentuk Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD), mereka menyerukan agar diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) selambat-lambatnya pada 9 September 2019, dan menyebutkan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpeluang menjadi ketua umum.
Seruan itu dilakukan sebab mereka menilai perolehan suara partai pada pemilu legislatif 2019 menurun dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Lalu pada Desember 2020, Max menyatakan diri keluar dari Partai Demokrat.
Baca Juga: Kenang Sosok Max Sopacua, Darmizal: Beliau Itu Sangat Concern ke Partai Demokrat
Kontributor : Rishna Maulina Pratama