Khawatir Dikasih Janji Manis Lagi, Pencari Suaka Afganistan Tolak Negosiasi dengan UNHCR

Senin, 15 November 2021 | 13:11 WIB
Khawatir Dikasih Janji Manis Lagi, Pencari Suaka Afganistan Tolak Negosiasi dengan UNHCR
Pencari suaka asal Afganistan berunjuk rasa di Kantor perwakilan UNHCR Jakarta, Senin (15/11/2021). Mereka meminta agar segera dipindahkan ke negara tujuan. [Suara.com/Ria Rizki]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Perwakilan pihak pencari suaka asal Afganistan yang berunjuk rasa sempat diajak untuk bernegosiasi dengan pihak United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di dalam kantor, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/11/2021). Namun pencari suaka tersebut menolak tawaran negosiasi. 

Salah seorang perwakilan dari ratusan pencari suaka, Rakhima mengatakan mereka enggan untuk masuk ke dalam kantor UNHCR. Pasalnya, mereka merasa tidak akan mendapatkan solusi mengingat dari pertemuan sebelumnya apda 24 Agustus 2021 lalu. 

"Sampai sekarang ini sudah lebih dari tiga bulan, mereka tidak hubungin sama kita tidak ada jawaban tertentu dari mereka," kata Rakhima. 

Karena pengalaman itu, akhirnya para pencari suaka asal Afganistan tersebut inginnya pihak UNHCR yang turun dan menemui para pengunjuk rasa secara terbuka.

Menurut Rakhima mereka tidak meminta waktu yang lama untuk menyampaikan aspirasi kepada UNHCR. 

Lagipula, Rakhima mengungkapkan kalau para pengunjuk rasa tidak mau berlama-lama karena enggan mengganggu masyarakat sekitar. 

"Kalau UNCHR udah turun dua menit bicara sama kita, kalau ada jawaban tertentu, kita langsung akan pulang. Kita enggak mau mengganggu masyarakat dan bapak polisi dan Orang Indonesia."

Sebelumnya, ratusan pencari suaka asal Afganistan kembali berunjuk rasa di depan kantor UNHCR, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/11/2021). Mereka menuntut untuk diberangkatkan ke negara ketiga yang terbebas dari konflik perang. 

Pantauan Suara.com di lokasi, ratusan pencari suaka tersebut terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak. Para wanita serta anak-anak memilih untuk duduk dan pria berdiri sambil mendengarkan orasi. Mayoritas para wanita muda dan ibu-ibu memegang ppster dengan tulisan tuntutan. 

Baca Juga: WHO Perkirakan 3,2 Juta Anak di Afghanistan Berisiko Alami Kekurangan Gizi Akut

Salah satu dari ratusan pencari suaka, Rakhima mengatakan mereka sudah 10 tahun hingga lebih tinggal di Indonesia. Selama itu mereka juga kerap meminta UNHCR untuk memberikan bantuan. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI