Yaqut Sebut Kemenag Hadiah buat NU, PKS: Anggap Keseleo Lidah, Insyaallah Umat Memaafkan

Senin, 25 Oktober 2021 | 15:16 WIB
Yaqut Sebut Kemenag Hadiah buat NU, PKS: Anggap Keseleo Lidah, Insyaallah Umat Memaafkan
Yaqut Sebut Kemenag Hadiah buat NU, PKS: Anggap Keseleo Lidah, Insyaallah Umat Memaafkan. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Timesindonesia.co.id)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi pernyataan soal Kemenag adalaj hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama, bukan umat Islam. Kendati sudah klarifikasi dan mengaku pernyataan itu dilontarkan dalam acara internal, namun hal itu dianggap kurang tepat.

Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR, Mulyanto mengatakan pernyataan Yaqut itu mengesankan bahwa Menag menghilangkan elemen lain umat Islam seperti Masyumi, Muhammadiyah, Persis, Syarikat Islam dan lain-lain yang sejak dulu sama-sama berujang dalam kemerdekaan.

"Menag terkesan tidak menghayati sejarah dinamika relasi Islam dan negara," kata Mulyanto kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Menurut Mulyanto, Yaqut tidak hanya cukup klarifikasi. Yaqut diminta mencabut pernyataan dan melakukan permohonan maaf kepada umat Islam.

"Anggap saja keseleo lidah. Lalu minta maaf. Insyaallah, umat akan memaafkan," ujar Mulyanto.

Mulyanto mengingatkan sebagai negarawan, Yaqut seharusnya berdiri dalam upaya menyatukan umat dalam membangun atmosfer yang kondusif. Sehingga kita secara bersama-sama dapat menyelesaikan masalah kolektif kita sebagai umat maupun bangsa.

"Jangan malah membangun sentimen yang mengarah pada perpecahan umat. Ini kontraproduktif," tandasnya.

Klarifikasi Menag

Menag Yaqut telah mengklarifikasi pernyataannya soal Kemenag merupakan hadiah negara untuk NU, bahwa ucapannya itu semata-mata untuk memantik semangat para santri dan pondok pesantren pada acara internal.

Baca Juga: Tidak Ada Kata Maaf, Ini Klarifikasi Yaqut Terkait Kementerian Agama Bukan untuk Islam

"Pertama, saya sampaikan di forum internal, intinya adalah memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren," ujar Yaqut di Solo, Seni.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI