Tangkap Bos Besar Kokain, Kolombia Bakal Ekstradisi Otoniel ke Amerika Serikat

Senin, 25 Oktober 2021 | 11:17 WIB
Tangkap Bos Besar Kokain, Kolombia Bakal Ekstradisi Otoniel ke Amerika Serikat
Ilustrasi Kokain 1,3 ton yang disita Polisi Federal Brazil dari pesawat jet milik perusahaan Turki. [Federal Police of Brazil]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kolombia berencana untuk mengekstradisi pria yang disebut sebagai “pengedar narkoba paling berbahaya di dunia” ke Amerika Serikat. Dairo Antonio Usuga yang dikenal dengan panggilan Otoniel dicari atas sejumlah tuduhan.

Mengutip Aljazeera, Senin (25/10/2021), Otoniel ditangkap oleh angkatan bersenjata Kolombia selama operasi di daerah pedesaan di wilayah Uraba, Kolombia pada Sabtu (23/10/2021). Serangan tersebut melibatkan lebih dari 500 anggota pasukan khusus Kolombia dan 22 helikopter.

Menteri Kehakiman Kolombia, Wilson Ruiz, mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Minggu kemarin, bahwa Pemerintah Kolombia akan mengajukan petisi untuk mengekstradisi Otoniel ke Amerika Serikat.

Ruiz juga menambahkan proses ekstradisi tersebut bisa memakan waktu empat minggu untuk diselesaikan.

Menteri Pertahanan Kolombia Diego Molano kepada wartawan, “ekstradisi menunggu semua orang yang melakukan kejahatan internasional.”

Otoniel didakwa mengekspor ratusan ton kokain setiap tahun dan telah menjadi buronan Badan Penegakan Narkoba AS selama bertahun-tahun.

Pihak berwenang AS telah menawarkan 5 juta dollar AS untuk pemberian informasi yang mengarah pada penangkapan Otoniel.

Kolombia juga menawarkan hadiah untuk penangkapan Otoniel hingga 3 miliar peso (sekitar 800.000 dollar AS) untuk informasi mengenai keberadaannya.

Koresponden Al Jazeera Alessandro Rampietti melaporkan dari Botoga, Kolombia, bahwa AS pertama kali mendakwa Otoniel pada 2009 dan dakwaan tambahan diajukan di New York dan Miami pada 2015.

Baca Juga: Seludupkan Kokain dalam Sekotak Pizza, Polisi Tahan Pria asal Mesir

“Dia dicari atas sejumlah tuduhan yang pada akhirnya harus dia jawab,” ujar Rampietti.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI