"Yang kami coba lakukan sekarang adalah membangun konsensus di tingkat WTO, sehingga negara-negara akan mendapatkan akses vaksin yang banyak, dan kami bekerja sama dengan negara lain untuk mencapai hasil tersebut," katanya.
Usaha global ini juga mendapat dukungan dari salah satu negara penting, yaitu Amerika Serikat.
Amerika Serikat adalah negara pusat beberapa perusahaan farmasi terbesar di dunia.
Setelah pada awalnya ragu-ragu bulan Mei lalu, Presiden Joe Biden mendukung penghapusan paten, namun hanya untuk vaksin covid-19, tidak termasuk obat-obatan dan tes.
Mengapa penting dilakukan?
Mereka yang mendukung penghapusan paten tidak saja memperhatikan unsur kemanusiaan saja.
Professor Kim mengatakan ada alasan lain mengapa Australia mendukung agar dunia segera mencapai tingkat vaksinasi tinggi.
"Kita sudah mengalami varian Alpha, Beta, Gamma, Delta dan masih ada beberapa varian lain yang ada," katanya.
"Sekarang dari mana asal berbagai varian tersebut? Mereka berasal dari tempat-tempat di mana virus itu bisa menyebar dengan mudah.
"Jadi bisa dikatakan demi kepentingan kita juga, maka semua orang mendapatkan vaksinasi."
Baca Juga: Tiga Anggota Pasukan Pengawal Paus Mengundurkan Diri karena Menolak Divaksin Covid-19
Patricia Ranald, peneliti di University of Sydney mengatakan dukungan Australia mengenai penghapusan paten ini juga penting dari segi hubungan internasional.