Secara garis besar ketiga sumpah yang diikrarkan di atas memang menyiratkan makna persatuan bangsa Indonesa, namun masing-masing dari ikrar tersebut mengandung makna spesifik. Contohnya pada bait pertama terdapat kalimat “Tanah air Indonesia” yang bermakna semangat pejuangan para pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan dan ikatan banga kita.
Kemudian pada bait kedua kalimat “Bangsa Indonesia”, kalimat ini juga dapat diartikan sebagai gambaran dari semboyan bangsa kita yakni “Bhinneka Tunggal Ika” yang memiliki meskipun berbeda-beda namun kita tetap satu.
Hal tersebut juga dapat dimaknai sebagai toleransi yang ditunjukkan oleh para pemuda Indonesia disamping perbedaan agama, budaya dan adat istiadat demi mempertahankan kekokohan bangsa Indonesia.
Kalimat “Bahasa Indonesia” pada bait terakhir teks sumpah pemuda dimaknai sebagai kesepakatan para pemuda untuk menjunjung tinggi bahasa persatuan, seperti yang kita ketahui negara kita memiki beragam budaya yang masing-masing memiliki bahasa adat yang digunakan sebagai alat komunikasi dalam bermasyarakat.
Sejarah Sumpah Pemuda

Menyadur dalam buku "Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan" karya Lukman Surya Saputra, Ida Rohayani, dan Salikun terdapat beberapa organisasi yang berdiri sebagai bentuk kebangkitan semagat pemuda, diantaranya adalah:
- Boedi Oetomo (1908)
- Trikoro Dharmo/TK (1915)
- Jong Java (1918)
- Jong Sumateranen (1917)
- Jong Ambon (1918)
- Jong Minahasa (1918)
- Jong Celebes (1919)
- Sekar Rukun (1919)
- Jong Bataks Bond (1925)
- Jong Betawi (1927).
Organisas-organisasi di atas menjadi organisasi yang akhirnya berhasil menginisiasi Kongres Pemuda I dan II sebelum akhirnya muncullah ikrar sumpah pemuda.
Berikut merupakan nama-nama panitia dari acara rapat kongres pemuda:
- Ketua: Soegondo Djojopoespito (PPPI)
- Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
- Sekretaris: Moehammad Yamin (Jong Sumateranen Bond)
- Bendahara: Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
- Pembantu: Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond), R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia), Senduk (Jong Celebes), Johanes Leimena (Jong Ambon), dan Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Rumusan isi teks Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin, dan pada momen Sumpah Pemuda juga, untuk pertama kalinya lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman, diperdengarkan dan dipublikasikan dalam surat kabar Sin Po.
Baca Juga: Daftar Hari Besar Oktober 2021, Hari Kesaktian Pancasila hingga Sumpah Pemuda
Demikian adalah ulasan tentang isi teks sumpah pemuda dan tokoh-tokoh dibaliknya, semoga dapat membantu anda memperluas wawasan tentang kenegaraan.