Faktor Cuaca Buruk, Pemkab Intan Jaya Bantah Klaim Pesawat Rimbun Air Jatuh Ditembak OPM

Jum'at, 17 September 2021 | 12:05 WIB
Faktor Cuaca Buruk, Pemkab Intan Jaya Bantah Klaim Pesawat Rimbun Air Jatuh Ditembak OPM
Faktor Cuaca Buruk, Pemkab Intan Jaya Bantah Klaim Pesawat Rimbun Air Jatuh Ditembak OPM. Puing pesawat kargo Rimbun Air Cargo seri Twin Otter 300 PK-OTW terlihat di Intan Jaya, Papua, Rabu (15/9). ANTARA FOTO/HO/Dok Humas Polda Papua
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya membantah pesawat Rimbun Air PK-OTW mengalami kecelakaan karena ditembak oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Pemkab Intan Jaya menyebut jatuhnya pesawat tersebut murni karena adanya cuaca buruk.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupatan Intan Jaya, Yoakim Mujizau meminta kepada seluruh pihak untuk tidak membangun opini kalau pesawat itu jatuh karena ditembak oleh TPNPB-OPM.

"Ini sama sekali tidak benar. Kecelakaan pesawat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPNPB-OPM," kata Yoakim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/9/2021).

Yoakim menegaskan kalau pesawat tersebut jatuh karena faktor cuaca ekstrim yang terjadi saat hendak mendarat di Bandara Bilogai. Menurutnya kala itu terjadi awan gelap dan terdapat satu pesawat lainnya yang tengah terparkir di Bandara Bilogai.

Dalam situasi tersebut, pilot memilih untuk memutar balik guna memastikan kondisi pendaratan aman.

"Tampaknya begitu dia hendak kembali ingin mendarat masih dalam kondisi cuaca gelap, pesawat menabrak gunung dan pohon lalu nyungsep ke tanah sehingga kondisi pesawat saaat ditemukan, moncong pesawat tertanam cukup dalam di dalam tanah," ujarnya.

Yoakim mengungkapkan kalau proses evakuasi sulit dilakukan karena hanya bisa ditembus melalui jalur darat. Adapun proses evakuasi pertama kali dilakukan atas inisiatif masyarakat di bawah pimpinan Pastor Paroki Titigi Yance Yogi Pr dan Anggota DPRD Intan Jaya Melianus Belau.

Pihak Polri dan TNI baru tiba di lokasi setelah evakuasi tersebut berjalan. Ia menegaskan sekali lagi kalau masyarakat saling bahu membahu untuk melakukan proses evakuasi.

"Kami tegaskan juga bahwa tidak benar opini liar yang berkembang seakan-akan proses evakuasi berlangsung dramatis karena daerah jatuhnya pesawat merupakan daerah yang dikuasai TPN-OPM. Ini semua tidak benar," ujarnya.

Baca Juga: TPNPB-OPM Klaim Tembak Pesawat Kecil di Intan Jaya, Bersamaan Hilangnya Rimbun Air

Dalam kesempatan yang sama, ia juga membantah kalau pesawat tersebut mengangkut bahan makanan untuk prajurit TNI Yonif 501/BY. Pada faktanya pesawat tersebut dipakai Pemda Intan Jaya untuk mengangkut bahan bangunan berupa semen, triplek, besi, dan bahan makanan untuk masyarakat dalam rangka pembangunan oleh Dinas PU Kabupaten Intan Jaya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI