Tari Legong: Sejarah, Makna Gerakan

Dany Garjito Suara.Com
Kamis, 16 September 2021 | 18:34 WIB
Tari Legong: Sejarah, Makna Gerakan
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Seperti yang kita ketahui bahwa di negara kita yang kita tinggali saat ini terdapat banyak sekali budaya dan suku, setiap suku dan budaya yang ada di Indonesia pastinya memiliki kesenian-kesenian daerah masing-masing. Setiap kesenian daerah yang ada adalah sebagai bentuk representasi dari daerah asalnya.

Seni tari merupakan salah satu jenis kesenian daerah yang cukupr populer di Indonesia, tari adalah sebuah seni yang menggunakan gerakan badan sebagai instrumen utaman untuk menjelaskan maksud dan perasaan yang sedang dirasakan oleh sang penari.

Salah satu jenis tarian tradisional yang menarik untuk diulas adalah Tari Legong, tarian khas budaya Bali ini termasuk dalam tarian yang cukup dikenal di negara Asing. Terlebih karena Bali menjadi salah satu pulau yang ada di Indonesia yang cukup sering didatangi oleh turis, sehingga langkah untuk mengenalkan budaya lokal menjadi lebih mudah.

Berikut adalah ulasan tentang seni tari asal Pulau Dewata, Bali.

Sejarah Tari Legong

Menyadur dari buku karya Dayat Suryana yang berujudul Bali: Bali dan Sekitarnya, Legong adalah sekelompok tarian klasik Bali yang memadukan antara musik pengiring yang konon merupakan pengaruh gambuh dengan gerakan tari yang sangat kompleks dan sangat terikat dengan struktur tubuh pengiring.

Tari Legong pertama kali muncul pada lingkungan kerajaan di Bali, tepatnya pada pertengahan abad ke-18. Menurut mitos yang beredar tarian ini muncul karena mimpi yang dirasakan oleh pangeran ketika sedang bermimpi, pangeran yang bernama Sukawati bermimpi ia melihat 2 orang wanita yang sedang menari dengan lihai dan anggun. Dengan musik gamelan tradisional khas bali yang mengalun merdu, sang pangeran dibantu oleh bedesa atau pemimpin adat ketewel untuk mengilustrasikan gerakan tarian tersebut.

Jika diartikan Legong bermakna perpaduan antara keluwesan penari dengan alunan gamelan yang indah, Legong diambil dari kata ‘leg’ yang artinya luwes dan ‘gong’ artinya gamelan. Sampai saat ini tarian Legong masih menjadi tarian pengiring dalam beberapa upacara baik secara keagamaan maupun animism.

Makna Gerakan Tari Legong

Baca Juga: Lebih Cepat Lebih Mahal, Akal-akalan Harga Tes PCR Luar Jawa - Bali

Tarian ini memiliki 3 gerakan dasar yang dijelaskan dalam Panititaling Pangambuhan yakni Agam, Tandang dan Tangkep. Berikut adalah penjelasan ketiganya:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI