Taliban Berkuasa, Tim Sepakbola Wanita Afghanistan Melarikan Diri ke Pakistan

Kamis, 16 September 2021 | 13:07 WIB
Taliban Berkuasa, Tim Sepakbola Wanita Afghanistan Melarikan Diri ke Pakistan
Ilustrasi bendera Pakistan. [Shutterstock]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tim nasional sepak bola wanita Afghanistan melarikan diri ke Pakistan, sebulan setelah Taliban kembali berkuasa.

Menyadur Al Jazeera Kamis (16/9/2021) Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry, mengungkapkan para atlet memasuki Pakistan melalui perbatasan Torkham dan membawa dokumen perjalanan yang sah.

"Kami menyambut tim sepak bola Wanita Afghanistan, mereka tiba di Perbatasan Torkham dari Afghanistan. Para pemain memiliki Paspor Afghanistan yang valid, visa Pakistan dan diterima oleh Nouman Nadeem dari PFF (Federasi Sepak Bola Pakistan)," cuit Chaudhry pada Rabu (15/9/2021).

Belum diketahui berapa banyak pemain wanita Afghanistan dan anggota keluarga mereka yang diizinkan masuk ke Pakistan.

Surat kabar The Dawn Pakistan pada hari Rabu melaporkan para pesepakbola wanita Afghanistan mendapat visa kemanusiaan darurat setelah Kabul dikuasai oleh Taliban.

Para pesepakbola wanita dan keluarga mereka mencoba melarikan diri dari Afghanistan bulan lalu, namun serangan bom yang menghancurkan di bandara Kabul membuat mereka terkurung.

"Saya menerima permintaan untuk penyelamatan mereka dari LSM lain yang berbasis di Inggris, jadi saya menulis surat kepada Perdana Menteri Imran Khan yang mengeluarkan izin bagi mereka untuk mendarat di Pakistan," kata Sardar Naveed Haider, duta besar Football for Peace, yang berbasis di di London.

Secara total, lebih dari 75 orang melintasi perbatasan utara pada hari Selasa, dan melanjutkan perjalanan ke kota Lahore.

"Mereka akan bepergian dan tinggal di Lahore sampai mereka melangkah lebih jauh," kata wakil presiden PFF Amir Dogar.

Baca Juga: Taliban Izinkan 400 Jenis Olahraga, Namun Khusus untuk Pria

Haider mengungkapkan para pemain tim U-14, U-16 dan U-18 tersebut awalnya mengenakan burqa saat melintasi perbatasan, namun berganti jilbab saat tiba di Pakistan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI