Menjaga Sekeping Surga di Timur Indonesia, Padang Lamun Raja Ampat Terancam Rusak

Kamis, 02 September 2021 | 17:36 WIB
Menjaga Sekeping Surga di Timur Indonesia, Padang Lamun Raja Ampat Terancam Rusak
Padang lamun di perairan Raja Ampat, Kampung Waigama, Distrik Misool Utara, Papua barat, dipotret dari udara. [Rivaldo Patty/FFI]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Potensi lamun yang dinilai cukup besar itu tanpa ada upaya perlindungan akan menjadi kerugian besar.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Gas Rumah Kaca (RAN GRK).

Beleid tersebut mengatur komitmen Indonesia akan menurunkan emisi sampai 29 persen pada 2030.

Menurut Ratna, capaian tersebut masih belum tampak. Satu sisi, pemerintah masih dititikberatkan pada sektor daratan, sedangkan sektor pesisir dan laut belum mendapat perhatian yang serius.

Ratna mengkhawatirkan, Raja Ampat sulit terhindar dari ancaman perubahan iklim.  Ketika lamun di wilayah Raja Ampat rusak, maka wilayah konservasi tersebut akan kehilangan salah satu pelindung pesisir.

Tak hanya itu, pada masa yang akan datang, Papua Barat berpotensi mengalami kenaikan suhu.

“Hilangnya lamun akan semakin meningkat risiko abrasi pantai, perubahan iklim, peningkatan suhu,” ujarnya.

Sementara itu, Ahli lamun dari Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Billy Theodorus Wagey menyatakan, saat lamun rusak, maka karbon yang tersimpan di dalamnya akan keluar serta dapat menutupi atmosfer.

Akibatnya, bumi akan semakin panas. “Berkurangnya lamun berpengaruh terhadap pelepasan karbon sekaligus minimnya pasokan ikan di laut.”

Baca Juga: Wapres Ajak Wisata ke Raja Ampat dengan Prokes, Tuai Kritikan Publik

Lelaki lulusan University of Brunskwik Saint John, Canada ini menjelaskan, lamun merupakan lamun tumbuhan berbiji, berbunga, dan berbuah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI