Percepatan vaksinasi, kata Retno tidak hanya untuk mengurangi kemungkinan penularan Covid-19, namun juga dapat mengurangi kemungkinan hospitalisasi dan tingkat kematian.
"Data dari berbagai negara menunjukkan, bahwa mayoritas mereka yang terinfeksi dan menjalani rawat inap adalah mereka yang belum divaksin, a pandemic of the unvaccinated," tuturnya.
Retno menjelaskan berdasarkan analisis yang dilakukan Public Health England, vaksinasi 2 dosis efektif dapat mencegah hospitalisasi dan kematian karena varian delta.
Data CDC Amerika Serikat juga kata Retno menunjukkan hospitalisasi dan kematian di negara di AS menurun sejak vaksinasi dimulai awal 2021.
"Sementara data Health Institute menunjukkan 99 persen kematian di Italia terjadi para penderita Covid-19 yang belum divaksin," kata Retno.
Kendati demikian kata Retno, penurunan kasus di Indonesia tak boleh membuat semua pihak lengah dan harus tetap waspada. Ia mencontohkan beberapa negara yang telah mengalami zero Covid-19, ternyata kembali mengalami penularan kasus Covid-19.
"Penurunan kasus di Indonesia jangan membuat semua pihak lengah sebaiknya terus waspada. Contoh berapa negara yang telah mengalami zero Covid-19 selama berbulan-bulan ternyata dapat mengalami penularan kembali. Mari kita terus berikhtiar. Mari kita bersama-sama terus mendukung program vaksinasi dan mempercepat laju vaksinasi," pungkasnya.