Pasutri Tunanetra Tetap Semangat Bekerja di Tengah Pandemi

Siswanto Suara.Com
Kamis, 05 Agustus 2021 | 16:45 WIB
Pasutri Tunanetra Tetap Semangat Bekerja di Tengah Pandemi
Ilustrasi tunanetra
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pasangan suami istri tunanetra, I Wayan Warka (54), dan Ni Made Tangen (35), tetap bekerja untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19. Mereka memiliki seorang anak berusia 10 tahun dan tinggal di Banjar Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Bali.

Warka bekerja mengangkut air, sedangkan istrinya, mejejaitan membuat tatakan canang.

Jurnalis Beritabali menemui mereka di rumah pada Rabu (4/8/2021). Ni Made Tangen telaten mejejahitan, meski tidak melihat. Made Tangen mengaku sudah punya pelanggan tetap. Setiap hari mendapat pesanan tatakan canang berbahan janur.

Hanya saja, hasil mejejahitan tidak seberapa. Kisaran Rp5.000 sampai Rp10.000 per hari. Demikian pula sangat suami, hanya mendapatkan nilai tukar air sekitar Rp2.000 per ember. Meski sedikit, pasutri ini tetap bekerja.

"Kami tidak mungkin berdiam diri. Kami lakukan apa yang bisa kami usahakan," kata Made Tangen dalam laporan Beritabali.

Warka yang masih bisa melihat samar-samar itu setiap hari bekerja mengangkut air dari kelebutan (sumber air) untuk disalurkan ke rumah-rumah warga.

Cara yang dilakukan Warka tergolong konvensional, yakni mengangkut air menggunakan ember lalu dibawa ke rumah-rumah penduduk yang memerlukan jasa airnya.

Warka pun mendapat upah dari rutinitasnya itu. Begitu pula sang istri, meski tidak mampu melihat, namun setiap hari selalu membuat canang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk membeli bahan baku janur, pasutri ini tetap semangat berjalan kaki sekitar 2 kilometer ke pasar terdekat. Kadang kala, dalam perjalanan ke pasar inilah Nyoman Warka dan Made Tangen mendapat uluran tangan.

Baca Juga: Ashirase, Anak Perusahaan Honda Ciptakan Sepatu Navigasi Bagi Penyandang Tunanetra

"Kadang di jalan ada yang ngasi sejumlah uang, ya kami terima saja. Syukur berterima kasih ada yang peduli," ujar Warka.

REKOMENDASI

TERKINI