Cerita Bu Guru Terjun Urusi Jenazah Covid: Tegang di Hari Pertama hingga Ingat Mati

Senin, 26 Juli 2021 | 16:09 WIB
Cerita Bu Guru Terjun Urusi Jenazah Covid: Tegang di Hari Pertama hingga Ingat Mati
Ilustrasi--pemulasaraan jenazah yang dilaksanakan di Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Antara)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

kepada keluarga besarnya, Ranni sempat merahasiakan selama tiga minggu bertugas sebagai relawan. Hingga suatu waktu ada salah satu keluarganya, melihat Ranni turun dari ambulans diantar usai bertugas. 

Kebetulan tempat tinggalnya berdampingan dengan rumah keluarga besarnya. 

“Karena sudah ketahuan akhirnya saya jujur, mungkin juga sudah waktunya mereka tahu,” kata Ranni. 

Tidak disangka, pilihannya mendapatkan dukungan. Keluarga besarnya tidak mempermasalahkan pilihan yang diambilnya. Bahkan saat akan berangkat tugas, dia selalu diingatkan untuk menjaga kesehatan. 

“Mereka mendukung, selalu ingatkan jaga kesehatan, minum vitamin,” kata Ranni. 

Ingat Kematian

Dari banyak jenazah yang ditangani Ranni, membuatnya semakin mengingat kematian. Tugasnya ini memacu dirinya, untuk meningkat ibadah kepada Tuhan. Sebab kematian itu bisa saja terjadi padanya, tanpa mengenal waktu dan tempat. 

“Jadi pelajaran yang saya dapat, di mana pun, kapan pun, berbuat baik saja. Kita enggak tahu mati kapan, di mana, siapa yang mengurus. Do Your Best. Jangan sampai menyakiti orang,” ujar Ranni. 

Warga Bintan mengebumikan pasien COVID-19 tanpa alat pelindung diri yang lengkap. (ANTARA/Nikolas Panama)
Warga Bintan mengebumikan pasien COVID-19 tanpa alat pelindung diri yang lengkap. (ANTARA/Nikolas Panama)

Di samping itu, Ranni juga berharap agar masyarakat menaati protokol kesehatan, sehingga tidak ada lagi korban dari keganasan Covid-19. Serta dia tak perlu lagi bertugas mengkafani jenazah Covid-19

Baca Juga: Sehari sampai 3 Jenazah, Petugas Pemulasaraan Jakarta Akui Banyak Pasien Isoman Meninggal

“Mungkin kasarnya gini, jangan sampai ada lagi orang-orang  yang masuk peti jenazah, meninggal karena Covid-19,” tegasnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI