Artis Cantik China Tewas Usai Oplas di Klinik, Keluarga Tuntut Rp 13,4 Miliar

Bangun Santoso Suara.Com
Minggu, 18 Juli 2021 | 10:55 WIB
Artis Cantik China Tewas Usai Oplas di Klinik, Keluarga Tuntut Rp 13,4 Miliar
Xiaoran, pesohor medsos China yang memiiki 130.000 follower di Sina Weibo. (ANTARA/Istimewa)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Seorang pesohor media sosial di China tutup usia setelah menjalani serangkaian operasi plastik. Kematian Xioran, perempuan berusia 33 tahun yang memiliki 130.000 pengikut di Sina Weibo, medsos China mirip Twitter, jadi trending setelah dilihat 600 juta kali.

Warganet mendesak otoritas setempat memperketat regulasi industri operasi plastik, demikian media China, Minggu (18/7/2021).

Majalah Economic Weekly yang terbit di China melaporkan bahwa pihak klinik kecantikan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, menyatakan bertanggung jawab atas kematian pasiennya pada Kamis (15/7) setelah menjalani operasi sedot lemak dan operasi payudara.

Pihak klinik menyatakan bersalah atas operasi dan tertundanya perawatan pascaoperasi. Klinik itu pun langsung ditutup oleh otoritas lokal, sebagaimana laporan majalah tersebut.

Keluarga Xiaoran menuntut kompensasi dari klinik tersebut sebesar 6 juta yuan atau sekitar Rp 13,4 miliar. Namun belum ditanggapi oleh manajemen, seperti dilaporkan China Network.

Awalnya korban mendatangi klinik seorang diri pada 2 Mei untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dokter merekomendasikan perempuan itu melakukan operasi sedot lemak pada bagian pinggang, perut, lengan atas, dan operasi memperindah payudara.

Menurut catatan medis, dia menjalani prosedur tersebut pada hari itu juga selama lima jam.

Dua hari kemudian atau 4 Mei, Xioran masih merasa kesakitan dan napasnya tersengal. Dia kemudian dirujuk ke rumah sakit umum di Hangzhou.

Baca Juga: Gagal Organ setelah Jalani 3 Operasi Plastik dalam Sehari, Influencer Meninggal

Pihak keluarga mendapat informasi dari rumah sakit bahwa Xiaoran mengalami kegagalan fungsi beberapa organ sehingga harus ditempatkan di ICU. Dokter rumah sakit itu juga menyatakan bahwa kondisi korban sangat kritis.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI