Sejarah Idul Adha: Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Nabi Ismail

Rifan Aditya Suara.Com
Rabu, 14 Juli 2021 | 21:44 WIB
Sejarah Idul Adha: Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Nabi Ismail
Sejarah Idul Adha: Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Nabi Ismail - gambar hanya ilustrasi - Pedagang hewan kurban di kawasan Matraman Raya, Jakarta, Jumat (2/9).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sesaat lagi seluruh umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 2021 atau juga dikenal Hari Raya Qurban. Lalu apakah kalian tahu bagaimana sejarah Idul Adha itu sendiri?

Idul Adha diperingati pada 10 Dzulhijjah setiap tahunnya dan kini akan berlangsung pada Selasa, 20 Juli 2021. Penetapan tanggal itu bersumber dari sejarah Idul Adha yang melibatkan peristiwa penting bagi Nabi Ibrahim AS. 

Pada saat itu Nabi Ibrahim AS mendapat wahyu perintah dari Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail, anaknya sendiri. Lantas apa yang kemudian dilakukan Nabi Ibrahim? Simak, di bawah adalah ulasan singkat tentang sejarah Idul Adha.

Sejarah Idul Adha Bermula dari Mimpi Nabi Ibrahim

Sebagai seorang Muslim yang beriman tentunya sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengetahui sejarah di balik terjadinya hari-hari penting, termasuk pada Hari Raya Idul Adha.

Asal muasal Idul Adha bermula ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu dari Allah SWT melalui sebuah mimpi. Sebagai salah satu utusan yang dipercaya oleh Allah untuk menyebarkan ajarannya, Nabi Ibrahim percaya bahwa mimpi yang dia lihat saat itu merupakan pertanda perintah dari Allah SWT.

Pada mimpi tersebut nabi Ibrahim melihat dirinya sedang menyembelih anaknya sendiri yakni Nabi Ismail. Mimpi tersebut tentunya membuat Nabi Ibrahim gundah karena harus mengorbankan anaknya sendiri. Apakah ia sebagai seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri?

Nabi Ibrahim Menyampaikan Isi Mimpinya

Ketaatannya kepada Allah SWT lebih besar dibandingkan dengan kecintaan kepada Nabi Ismail. Hal ini dibuktikan dengan Nabi Ibrahim yang akhirnya memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang ada dalam mimpinya saat itu.

Baca Juga: Lebaran Haji Saat PPKM Darurat, Pedagang Kambing Khawatir Omset Menurun

Hal yang tidak diduga-duga justru keluar dari mulut Nabi Ismail. Nabi Ismil justru mengiyakan dan mengamini apa yang sudah diceritakan oleh ayahnya. Ia dengan sukarela untuk menerima perintah Allah SWT tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI