Cerita Emak-emak Divaksin: Megap-megap Lihat Orang Pingsan, Tapi Nge-Plong usai Disuntik

Rabu, 30 Juni 2021 | 10:27 WIB
Cerita Emak-emak Divaksin: Megap-megap Lihat Orang Pingsan, Tapi Nge-Plong usai Disuntik
Warga lansia di Dusun Dukuh RT 007, Desa Tenggak, menaiki kereta mini menuju Puskesmas Sidoharjo, Sragen, Sabtu (19/6/2021). [Solopos-Tri Rahayu]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Jantung mendadak berdegup kencang dirasakan Hermastuti ketika mengikuti vaksinasi massal yang digelar di Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, Selasa (29/6/2021) kemarin. Ada sekitar 100 peserta yang ikut vaksin gratis itu. 

Rasa deg-degan mencuat lantaran wanita berusia 58 tahun itu terbayang-bayang rasa sakit disuntik jarum. Hermastuti makin berdebar-debar ketika melihat salah satu peserta pingsan usai divaksin. 

Disitat dari Solopos.com--jaringan Suara.com, sebelum vaksinasi dimulai, Manajemen RSST Klaten sudah mengatur jalur masuk bagi setiap peserta vaksinasi massal. Para peserta masuk melalui pintu depan di bagian lobi utama RSST Klaten. Selain diwajibkan memakai masker, para peserta diperiksa suhu tubuh oleh petugas keamanan di bagian front office.

Selanjutnya, peserta vaksinasi menuju gedung pertemuan di lantai II di RSST. Setelah menapaki sejumlah anak tangga, para peserta juga harus melewati jalan mirip lorong menuju gedung pertemuan.

Di sepanjang lorong itu terdapat dua tim medis yang siap memeriksa tubuh peserta vaksinasi massal. Di kesempatan ini, tak jarang tim medis menemukan tensi peserta vaksinasi mendadak naik. Usut punya usut, langkah setiap peserta yang melintasi sejumlah anak tangga dari lantai I ke lantai II seringkali menjadi penyebab tensi mendadak tinggi.

"Biasanya, tensi saya normal. Begitu ditensi tadi, kok tinggi (jauh di atas 140 mmHg). Ini, saya diminta istirahat dengan duduk santai terlebih dulu. Begitu dirasa sudah enak (tidak ngos-ngosan), baru dicek lagi," kata salah seorang peserta vaksinasi massal di RSST Klaten, yakni Junianto, warga Perumahan Krapyak Permai, Klaten Selatan.

Usai lolos dari pemeriksaan suhu tubuh, setiap peserta masih dicek tim medis lainnya. Di antara pertanyaan yang dilontarkan tim medis ke peserta vaksinasi, yakni ada atau tidaknya riwayat penyakit.

Begitu dinyatakan layak mengikuti vaksinasi oleh tim medis, peserta vaksinasi mulai masuk ke gedung pertemuan yang telah disulap menjadi ruang vaksinasi.

Rampung divaksinasi, sejumlah peserta diberi penjelasan oleh salah seorang tim medis. Pascadivaksinasi, setiap peserta diminta beristirahat sekitar 15 menit-30 menit di ruang observasi. Jika sepanjang waktu tersebut tak ada keluhan apa pun, peserta dipersilakan pulang sekaligus menunggu jadwal vaksinasi tahap II.

Baca Juga: Warga Badui Tolak Divaksin, Petugas Kesehatan Datangi Langsung ke Permukiman Badui

"Sebelum divaksinasi, diusahakan makan pagi terlebih dahulu. Ini agar ada tenaganya. Lalu harus disiapkan mentalnya. Enggak perlu takut, jarum suntik yang digunakan ini ukurannya kecil karena hanya 1 cc," kata seorang tim medis yang bertugas di bagian observasi code blue, yakni Daddy.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI