Suara.com - Mendengar istilah trigonometri tentunya kita langsung teringat dengan salah satu cabang keilmuan matematika, mungkin bagi sebagian orang, matematika menjadi sebuah cabang keilmuan yang kurang diminati. Tetapi tahukah kalian bahwa matematika merupakan salah satu cabang keilmuan tertua yang ada di dunia?
Secara singkatnya trigonometri adalah salah satu cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang hubungan antara panjang dan sudut yang ada pada segitiga.
Di bawah adalah ulasan tentang rumus dan sejarah lengkap trigonometri, mari simak!
Sejarah Trigonometri
Sebelum lebih jauh membahas tentang trigonometri mari bahas sejarahnya terlebih dahulu, trigonometri diambil dari bahasa Yunani yang masing-masing katanya memiliki arti sebagai berikut, trigonon yang artinya tiga sudut dan metron yang artinya mengukur. Jika kedua kata tersebut digabungkan maka akan muncul makna ukuran dalam segitiga.
Menyadur dari General Cartography, trigonometri pertama kali ditemukan pada abad ke-3 SM oleh seorang ilmuwan asal Persia yang bernama Ahmad ibn’ Abdallah Habash Hasib Marwazi atau yang juga dikenal dengan nama Al Marwazi.
Adapun beberapa tokoh yang juga dikenal karena kontribusinya dalam pengembangan trigonometri, seperti matematikawan asal Yunani Ptolemy, matematikawan Silesia Bartholemaeus Pitiskus dan Lagadha.
Bahkan sampai saat ini trigonometri masih digunakan dalam bidang astronomi, ilmu ini digunakan untuk mengukur jarak antar bintang dan navigasi satelit.
Baca Juga: Rumus Luas Trapesium dan Contoh Soal
Rumus trigonometri terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah rumus jumlah dan selisih sudut, rumus perkalian trigonometris, rumus jumlah dan selisih trigonometri, rumus sudut rangkap dua, rumus sudut rangkap tiga, rumus setengah sudut dan persamaan trigonometri.