Hal itu membuatnya bertanya-tanya, apakah layak seorang guru honorer yang merupakan tenaga sektor pendidikan mendapat besaran gaji sedikit itu.
"Apakah ini etis seorang pekerja pendidikan digaji sekecil itu?" tanya dia.
Pemilik akun Quora yang bernama Nur Rojabiyah tersebut lantas mengaku mencari informasi dari berbagai kanal berita yang turut dilampirkan.
Dia mengaku miris dan menangis karena gaji guru honorer dikabarkan hanya berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu sejak 2018.
"Miris. Benar-benar nangis aku bacanya. Guru adalah salah satu pondasi negeri ini. Kita gak bakal bisa pintar dan berlmu kalau gak ada mereka," tegasnya.
Ia merasa gaji guru honorer terlalu kecil, bahkan untuk makan semingu saja barangkali tidak cukup.
Oleh sebab itu, dia mengaku kecewa dengan sistem penggajian guru honorer. Hal itu membuatnya tak heran apabila Indonesia menjadi negara berkembang.
"Sungguh kecewa aku dengan sistem negara ini. Ini mengapa negara kita selamanya akan hanya jadi negara berkembang. Karena dari orang-orang atas saja tidak memperdulikan hal itu. Indonesia terserah! Sekian," tandasnya.
Cerita tentang gaji honorer guru tersebut lantas menuai beragam komentar. Beberapa orang mengaku menemui fakta serupa di lapangan.
Baca Juga: Kocak! Warganet Direct Message Cristiano Ronaldo, Minta Geser iPhone 12 Supaya Harga Turun
"Banyak temanku jurusan pendidikan akhirnya setelah lulus dikit yang mau jadi guru honorer. Lebih banyak cari kerjaan lain selain guru. Katanya keluarga sudah hidup susah, kuliah susah, setelah lulus dibayar honor cuma Rp 300 ribu per bulan. Rasanya kurang banget," komentar Ado*******.