Fakta Menarik Kepulauan Sangihe

Rifan Aditya Suara.Com
Sabtu, 12 Juni 2021 | 14:24 WIB
Fakta Menarik Kepulauan Sangihe
Fakta Menarik Kepulauan Sangihe
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pulau Sangihe dan PT. Tambang Mas Sangihe naik jadi perbincangan nasional sejak berita meninggal Wakil Bupati Helmud Hontong di pesawat Lion Air. Lalu apa saja fakta menarik Kepulauan Sangihe?

Pengoperasian proyek Sangihe menjadi sorotan karena wakil bupati tersebut sempat menolak dan dikabarkan telah membuat surat penolakan pertambangan lebih lanjut PT. Tambang Mas Sangihe. Pertanyaannya yang muncul kemudian adalah seberapa menarik Pulau Sangihe terkait dengan penambangan emas ini? Berikut fakta menarik Kepulauan Sangihe.

1. Mineralisasi emas dan tembaga di Kepulauan Sangihe 

Pulau Sangihe sebagian besar terdiri dari batuan vulkanik dan diyakini bahwa prospek mineral Binebase, Bawone dan Tawar terletak di pusat vulkanik yang tererosi. Prospek ini awalnya ditemukan dan dieksplorasi pada 1980-an.

Binebase, dengan emas oksida terbuka di permukaan, dan Bawone, dengan emas sulfida dangkal hingga permukaan, terletak 1,2 kilometer terpisah dan merupakan prospek paling maju. Taware didominasi oleh alterasi lempung-pirit dengan aliran lava andesit yang menjadi tempat intrusi dangkal. Lebih banyak pengeboran akan menentukan tingkat mineralisasi.

Prospek Binebase dan Bawone terkandung dalam tuf abu yang dilapis dan di bawah dengan aliran andesit dan ubahan lempung-pirit terlokalisir yang terkandung dalam tubuh mineralisasi epitermal.

Adapun empat zona mineralisasi emas oksida dan sulfida telah diidentifikasi di Binebase, berarah 900m x 425m ke timur laut. Pengeboran menunjukkan bahwa zona teroksidasi dapat memiliki ketebalan hingga 60 m dengan kadar >1 g/t Au.

Zona breksi yang lebih dalam dengan kadar tembaga hingga 2,1 persen, perak (hingga 1.180 ppm), timbal (hingga 1,06 persen) dan seng (hingga 7,03 persen) ada di dalam dan berdekatan dengan zona mineralisasi emas.

Di Bawone, zona mineralisasi emas berarah barat laut telah diidentifikasi dengan panjang strike 300m kali lebar 75m yang saat ini terbuka di sepanjang strike. Zona mineralisasi ini sebagian besar adalah pirit yang terkandung dalam stock works dan breksi.

Baca Juga: Profil Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong yang Meninggal di Pesawat

Pengambilan sampel terbatas tahun 2008 di Prospek Sede dan Kupa 7 kilometer selatan Bawone menghasilkan beberapa hasil emas yang spektakuler.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI