Suara.com - Anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon mengingatkan bahwa DPR memiliki wewenang pemanggilan paksa jika Menteri Pertahanan terus mengabaikan undangan dari Senayan.
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Gerindra di Komisi I DPR RI Sugiono mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bakal hadir dalam rapat bersama DPR, Rabu (2/6/2021) esok.
Janji Sugiono ini disampaikan menanggapi ancaman anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon yang mengingatkan bahwa Prabowo jarang hadir saat diundang oleh DPR dan bahwa lembaga legislatif itu memiliki mekanisme pemanggilan paksa.
Absennya Prabowo pada rapat terakhir dikatakan Sugiono lantaran mantan Danjen Kopassus itu harus menghadiri rapat terbatas. Justru Prabowo sudah mengkonfirmasi bakal hadir pada rapat lanjutan yang rencananya bakal digelar pada esok hari.
"Kebetulan Pak Menhan juga ada rapat terbatas di siang harinya, jadi harus diwakili. Sementara dari awal sudah ada konfirmasi bahwa beliau akan hadir pada rapat tanggal 2 Juni," kata Sugiono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/6/2021).
Sugiono lantas menerangkan kalau hubungan Komisi I dengan para mitra kerjanya dinilai cukup harmonis. Adapun interupsi yang disampaikan Effendi terkait Prabowo itu dianggapnya tidak mewakil suara Komisi I.
"Pandangan Pak Effendi saya kira tidak mewakili pandangan Komisi I pada umumnya," tuturnya.
Sebelumnya, Effendi mengajukan interupsi saat Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Muhammad Herindra memohon pelaksanaan rapat dilakukan secara tertutup kepada Wakil Ketua Komisi I Abdul Kharis selaku pimpinan rapat.
Effendi menilai pendalaman materi sebaiknya dilakukan pada rapat kerja yang diagendakan pada Rabu (2/6/2021). Mengingat dalam RDP hari ini Menhan Prabowo absen, sehingga ia menilai lebih baik pendalaman sekaligus dilakukan Rabu.
Baca Juga: Effendy Simbolon Singgung Panggil Paksa Prabowo, Gerindra: Tidak Mewakili Komisi I
Menurut Effendi, menjadi percuma pendalaman dilakukan tertutup dengan Wamenhan hari ini, apabila ternyata jawaban masih harus menunggu dari Prabowo.