Kisah di Balik Sukaria Badut Jalanan

Siswanto Suara.Com
Senin, 03 Mei 2021 | 03:40 WIB
Kisah di Balik Sukaria Badut Jalanan
Badut karakter animasi [Suara.com/Siswanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sampai kapan pemulihan ekonomi akibat krisis moneter terjadi, ketika itu tak ada yang dapat memastikannya.

Yang diketahui Ahmad dan juga banyak orang yang senasib dengannya, kebutuhan hidup tak bisa menunggu sampai krisis ekonomi berlalu. Mereka harus kembali bekerja dan melupakan sejenak harapan dapat kembali ke perusahaan dengan posisi seperti semula.

Semenjak itu, selama bertahun-tahun dia menjadi pekerja lepas: mengerjakan proyek-proyek mekanikal elektrikal di gedung-gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan.

Krisis ekonomi kembali menghantam Tanah Air mulai Maret tahun 2020. Kali ini akibat pandemi Covid-19.

Semenjak datang pagebluk yang dengan cepat sekali menjungkirbalikkan perekonomian, banyak proyek terhenti dan Ahmad kembali menerima kenyataan pahit.

“Semenjak pandemi kadang-kadang aja dapat kerjaan. Kadang seminggu ada, kadang sebulan nganggur sehingga alternatif yang bisa saya kerjakan ya inilah, ngebadut,” kata Ahmad sambil tangannya membetulkan posisi topi putih bertuliskan Indonesia Merdeka yang dia pakai.

Mencari jalan keluar

Ahmad tidak termasuk kategori orang yang gampang menyerah dengan keadaan, sesulit apapun.

Setelah banyak industri tutup karena bangkrut pada tahun 2000 dan membuatnya kehilangan pekerjaan, Ahmad segera memeras otak untuk mendapatkan sumber ekonomi baru.

Baca Juga: Kisah Penyedot Tinja: Rezeki dan Malapetaka di Balik Tahi

Dia berprinsip tak akan memilih-milih pekerjaan. Apapun itu, selama halal, dia akan lakoni.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI