Kisah di Balik Sukaria Badut Jalanan

Siswanto Suara.Com
Senin, 03 Mei 2021 | 03:40 WIB
Kisah di Balik Sukaria Badut Jalanan
Badut karakter animasi [Suara.com/Siswanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jalur tersebut, menurut penilaiannya, tergolong ramai dan hal itu memberinya sebuah harapan.

“Tapi kalau misalnya memang betul-betul di sini sulit untuk mendapatkan penghasilan, mungkin akan cari tempat lain lagi.”

Sejak kapan ada badut karakter?

Sulit dipastikan sejak kapan badut karakter tokoh animasi muncul. Tetapi seingat Ahmad, badut karakter sudah muncul sejak 1990-an.

Akan tetapi peran badut pada masa itu berbeda dengan sekarang. Menurut cerita Ahmad, dulu, badut biasanya tampil di acara-acara pesta, seperti ulang tahun anak.

“Dulu tidak seperti sekarang ini. Ondel-ondel juga nggak seperti sekarang. Nggak keluar kalau nggak ada acara-acara penting. Kalau sekarang kan jadi seperti pasaran. Dulu badut cuma untuk pesta-pesta dan bajunya juga lucu-lucu.

Badut beda dengan pengemis

Badut dan pengemis sama-sama berada di jalanan untuk mencari nafkah.

Walau sama-sama hidup di jalanan, menurut Ahmad, dua jenis pekerjaan tersebut tidak dapat disamakan.

Baca Juga: Kisah Penyedot Tinja: Rezeki dan Malapetaka di Balik Tahi

“Kalau pengemis itu dia tidak ada modal apa-apa, dia hanya modal 10 jari ini. Memohon belas kasihan orang. Kalau ini kan kita seperti organ tunggal, pakai modal, mereka jual suara dan dibayar. Kita juga jual penampilan, menghibur, kita dikasih syukur nggak juga nggak apa-apa,” kata Ahmad.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI