Pasca Badai Seroja, Kemendikbud Beri Bantuan pada Satuan Pendidikan di NTT

Selasa, 27 April 2021 | 12:01 WIB
Pasca Badai Seroja, Kemendikbud Beri Bantuan pada Satuan Pendidikan di NTT
Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim. (Dok : Kemendikbud)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud )memberikan bantuan kepada beberapa satuan pendidikan vokasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (25/4/2021). Badai siklon tropis Seroja telah menerjang sejumlah wilayah di NTT, beberapa waktu lalu, dan mengakibatkan kerusakan ragam fasilitas umum, pemukiman warga, bahkan menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa.

Bantuan disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto kepada Politeknik Negeri Kupang (PNK), Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, SMKN 2 Kupang, SMKN 3 Kupang, LKP Putria Salon, dan LKP Kartika Jasa.

Sebelumnya, Wikan menyambangi Universitas Nusa Cendana untuk berdiskusi dan bersilaturahim dengan pimpinan, yang juga merupakan anggota dewan pengawas kampus tersebut.

“Misi kami tentunya tidak sekadar memberikan tali kasih, tapi apa yang harus kita kerjakan untuk membantu memulihkan kerusakan akibat bencana,” tutur Wikan.

Ia juga mengapresiasi perguruan tinggi di Kupang yang tetap berupaya dan turut menyukseskan helatan pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK), di tengah tekanan dan keterbatasan usai terjangan badai Seroja.

“Perguruan tinggi di sini merupakan pejuang yang luar biasa,” ujarnya.

Wikan berharap, semangat satuan pendidikan vokasi baik perguruan tinggi vokasi, SMK, dan lembaga kursus dan pelatihan dapat terus menyala, demi menjalankan program-program prioritas Ditjen Pendidikan Vokasi.

“Saya berharap, kita dapat melangkah bersama menjalankan program, yakni upgrading D3 ke D4 (sarjana terapan) dan SMK D2-Fast Track dan program yang semakin link and match dengan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.

Adapun untuk program D2 fast track dapat memanfatkan potensi di NTT sendiri, misalnya membangun sektor pariwisata yang melibatkan PNK dan pengembangan sektor peternakan yang melibatkan Politani.

Baca Juga: Cetak SDM Unggul, Kemendikbud dan LPDP Perluas Sasaran Program Beasiswa

“Mari kita upayakan ke depan, adanya lompatan-lompatan seperti D2 fast track yang berbasis lokal, seperti yang telah dilakukan di Manado, Bali, dan Madiun. Mari ciptakan juga enterpreneur hebat dari vokasi yang berkontribusi bagi pengembangan daerah” tutur Wikan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI