Suheri meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Anak pertamanya seorang perempuan sedang menempuh pendidikan S-3 di Thailand, anak keduanya laki-laki bekerja dan berkuliah S-2 di Universitas Widya Mandala dan anak bungsunya juga laki-laki bersekolah di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.
Istri Suheri, Siti Nurbaya, terisak saat melihat karangan bunga ucapan duka cita dari banyak pihak. Ia seolah tak menyangka nama yang ada di papan karang bunga tersebut adalah nama suaminya.
Anak kedua Suheri, Fahmi Abzul Aziz, mengaku tak mendapat firasat apa-apa. Ia teringat Minggu malam, atau Senin dini hari saat santap sahur bareng keluarga juga tak ada pesan khusus yang tersirat.
"Saat itu, ayah, ibu, saya dan adik sahur bareng. Ayah sempat minta nasi pecel dan waktu itu memang sahurnya pecel," kata Fahmi.
Ia hanya teringat pesan ayahnya yang izin akan berlayar bersama kapal selam KRI Nanggala-402 dan berjanji akan kembali ke rumah pada Sabtu, 1 Mei 2021.
Diakuinya, ayahnya yang dikenal humoris atau sering bercanda, selama beberapa hari terakhir menjadi lebih diam. Namun ia tak menaruh firasat karena mungkin menganggap sang ayah hanya kecapekan, ditambah sedang berpuasa.
Sama seperti harapan sang kakek, ia berharap evakuasi jalan terus dan ayahnya ditemukan dalam kondisi apapun.
"Semoga ayah ditemukan. Meski sudah dalam bentuk jasad, kami siap. Bagian tubuh ayah adalah bagian tubuh kami, keluarganya," ujar Fahmi.
Kenaikan pangkat
Baca Juga: Hotman Paris Ingin Bantu Biaya Pendidikan Anak Kru KRI Nanggala 402
Presiden RI Joko Widodo memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi serta bintang jasa Jalasena kepada 53 prajurit TNI Angkatan Laut yang gugur karena tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Pulau Bali.