KRI Nanggala: Sahur Terakhir Suheri Ahli Senjata Torpedo

Siswanto Suara.Com
Senin, 26 April 2021 | 18:24 WIB
KRI Nanggala: Sahur Terakhir Suheri Ahli Senjata Torpedo
Sejumlah pejabat menaburkan bunga dan melemparkan karangan bunga saat kegiatan Doa dan Tabur Bunga untuk KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali, Buleleng, Bali, Senin (26/4/2021). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Kakek berusia 71 tahun tersebut mengaku lebih kuat saat menerima kabar anaknya yang turut dalam tugas KRI Nanggala-402.

Profesi yang hampir sama dengan anaknya tersebut membuatnya lebih tegar dan memahami risiko yang dihadapi anaknya saat bekerja.

"Saya dulu kerjanya sama dengan Heri ini (panggilan Suheri), juga sebagai ASN, tapi saya bukan di kapal selam. Saya juga sering berpesan kepada dia tentang pekerjaannya," ucapnya.

"Heri ini generasi keempat. Dulu, kakek saya atau kakek buyutnya Heri, juga kerja di bidang Arsenal," kata Untung, menambahkan.

Ia terakhir bertemu anaknya pada Senin (19/4), saat berpamitan hendak bekerja. Tak ada yang aneh saat meminta izin, karena saat akan berlayar juga selalu pamit.

"Rumah Heri agak masuk, dan ini rumah saya. Jadi saat berangkat, dia mampir dan pamitan. Termasuk Senin pagi itu, dia pamit mau berlayar. Seperti biasa, dia bilang mau berlayar dan minta didoakan berhasil," katanya, mengenang.

Saat ada kabar kapal selam hilang kontak, Untung mengaku mengetahuinya, tapi tidak menyadari jika anaknya termasuk dalam salah satu awak. Sebab, selain KRI Nanggala, terdapat juga KRI Cakra.

Ia baru tahu saat melihat di televisi bahwa terdapat nama anaknya dalam daftar nama awak KRI Nanggala-402 yang mengalami musibah hilang kontak.

"Ini sudah takdir dari Allah SWT. Semua harus menerimanya dengan ikhlas. Tapi kami masih berharap pencarian terus dilakukan, apapun hasilnya (baik hidup atau tidak), kami sangat siap," tuturnya.

Baca Juga: Hotman Paris Ingin Bantu Biaya Pendidikan Anak Kru KRI Nanggala 402

Sahur terakhir

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI