Jokowi: Perencanaan Wilayah Bukan Sekadar Membangun Gedung

Sabtu, 17 April 2021 | 23:14 WIB
Jokowi: Perencanaan Wilayah Bukan Sekadar Membangun Gedung
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. [Biro Pers Sekretariat Presiden)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan di tengah dunia yang semakin kompleks, tantangan yang dihadapi dalam membuat perencanaan wilayah akan semakin kompleks.

Hal ini dikatakan Jokowi saat sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia yang ke-50 dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/4/2021).

"Tantangan yang dihadapi dalam membuat perencanaan akan semakin kompleks. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diikuti dan pada saat yang sama kondisi sosial, kondisi budaya, kondisi ekonomi masyarakat juga harus diperhitungkan agar bisa menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik," ujar Jokowi.

Ia pun menyebut bahwa perencanaan wilayah bukan sekadar membangun bangunan atau gedung. Perencanaan, kata Jokowi, yakni membangun tempat hidup yang nyaman bagi masyarakat.

"Kita semua tahu bahwa perencanaan itu bukan sekadar build building, bukan sekadar merancang pembangunan gedung. Perencanaan adalah build environment, perencanaan adalah membangun tempat hidup yang bisa memengaruhi kesehatan masyarakat, interaksi sosial, akar budaya, efisiensi ekonomi, dan kenyamanan hidup yang sangat memengaruhi kebahagiaan dan kreativitas warganya," tutur dia.

Jokowi memandang bahwa perencanaan wilayah harus mempertimbangkan budaya masyarakat, sejarah, struktur ekonomi masyarakat, dan banyak aspek lainnya.

Menurut Jokowi, jangan sampai perencanaan wilayah justru membuat masyarakat terasing di kampungnya sendiri, memicu kemacetan lalu lintas, atau membuat biaya hidup semakin mahal dan semakin tidak sehat.

"Jangan sampai perencanaan hanya silau dengan perkembangan teknologi yang tidak diintegrasikan dengan kebutuhan dasar masyarakat," ucap dia.

Kepala Negara mencontohkan istilah yang sangat populer belakangan ini, yakni kota pintar (smart city) dan rumah pintar (smart home).

Baca Juga: Ini Momen Abdullah Hehamahua Bertemu Jokowi, Sebut Musa Menghadap Firaun

Kota pintar seringkali hanya diartikan sebagai smart digital city, hanya diartikan sebagai kota yang terkoneksi secara digital, dan melakukan banyak otomasi dengan menggunakan internet of things dan perangkat digital lainnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI