Evakuasi Jenazah Guru yang Ditembak KKB Belum Bisa Dilakukan

Siswanto Suara.Com
Jum'at, 09 April 2021 | 16:34 WIB
Evakuasi Jenazah Guru yang Ditembak KKB Belum Bisa Dilakukan
Kapolres Puncak Komisaris Polisi I Nyoman Punia [Antara]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Rencana evakuasi jenazah almarhum Oktovianus Rayo (42), seorang guru yang bertugas di Julugoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, ke Timika hingga Jumat siang belum bisa dilakukan lantaran kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Kapolres Puncak Komisaris Polisi I Nyoman Punia mengatakan jenazah korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) hingga kini masih disemayamkan di Puskesmas Beoga.

"Jenazah korban belum bisa kami evakuasi ke Timika. Mudah-mudahan esok pagi kondisi cuaca bagus supaya pesawat bisa masuk ke Beoga untuk menjemput jenazah korban," kata Nyoman.

Oktovianus ditembak mati oleh KKB diduga dari kelompok Guspy Waker pada Kamis (8/4) pagi sekitar pukul 09.50 WIT.

Saat itu korban sedang berada di dalam kios. Beberapa anggota KKB mendatangi kios milik Oktovianus lalu menembak dengan senjata laras pendek sebanyak dua kali hingga mengenai bagian rusuk korban. Seketika itu juga korban meninggal dunia.

Isteri korban bersama dua orang tetangganya lari menyelamatkan diri dan ditemukan oleh warga setempat berselang satu jam kemudian.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh masyarakat setempat ke Puskesmas Beoga yang jaraknya sekitar lima kilometer dengan berjalan kaki.

Sekitar pukul 18.15 WIT, kelompok yang sama dilaporkan juga membakar gedung sekolah SD, SMP dan SMA Julugoma, Beoga.

Kondisi bangunan sekolah itu dilaporkan seluruhnya rata dengan tanah dan menyisakan puing-puing bekas kebakaran.

Baca Juga: Geramnya Bupati Puncak Ada Guru SD Ditembak Mati KKB di Daerahnya

"Sampai sekarang kami belum bisa ke sana karena kondisi medan yang sulit dan jarak yang jauh dari Ilaga dimana untuk ke sana harus menggunakan pesawat terbang," tutur Nyoman.

REKOMENDASI

TERKINI