Kasus 'Lobster' Edhy Prabowo, KPK Kembali Sita 13 Sepeda Mahal

Jum'at, 19 Maret 2021 | 16:22 WIB
Kasus 'Lobster' Edhy Prabowo, KPK Kembali Sita 13 Sepeda Mahal
KPK menyita 13 sepeda mahal berbagai merk dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jumat (19/3/2021). [Suara.com/Welly]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menyita 13 sepeda mahal berbagai merk dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jumat (19/3/2021).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut 13 sepeda itu disita dari Safri yang merupakan mantan staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Safri pun kini sudah menjadi tersangka bersama Edhy dalam kasus suap tersebut.

"Hari ini, tim penyidik KPK menerima penyerahan sepeda sebanyak 13 unit berbagai merek dari pihak yang mewakili tersangka SAF (Safri)," kata Ali dikonfirmasi.

Ali mengatakan bahwa 13 sepeda yang disita KPK diduga dibeli tersangka Safri dengan memakai uang para eksportir benih lobster.

"Pembelian sepeda diduga berasal dari uang yang dikumpulkan para eksportir yang mendapatkan ijin eksport benih bening lobster di KKP tahun 2020," ujarnya.

Apalagi, kata Ali, 13 sepeda itu juga diperuntukan untuk Edhy Prabowo.

"Pembelian sepeda diduga untuk kepentingan tersangka EP (Edhy Prabowo) selaku menteri KKP saat itu," tuturnya.

Ali mengatakan sejumlah sepeda sitaan ini akan dilakukan analisa. Untuk nantinya menjadi barang bukti dalam persidangan.

"Berikutnya akan dilakukan analisa untuk segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam berkas perkara dimaksud," tuturnya.

Baca Juga: Kasus Suap Edhy Prabowo, KPK Hari Ini Periksa PNS hingga Mahasiswa

Dalam kasus ini, KPK menemukan adanya dugaan bahwa Edhy memakai uang izin ekspor benih lobster untuk kebutuhan pribadinya.
Salah satu yang diungkap KPK untuk membeli beberapa unit mobil. Kemudian adanya penyewaan apartemen untuk sejumlah pihak dan uang suap itu juga digunakan Edhy untuk pembelian minuman beralkohol jenis Wine.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI