Suara.com - Pendiri Partai Demokrat, Hencky Luntungan, tak yakin kalau Ketua Umum Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Moeldoko melalukan hoaks. Hal ini disampaikan menyusul pelaporan terhadap Moeldoko ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran informasi bohong.
Menurut Hencky, KLB ilegal yang dipermasalahan hanya klaim dari pelapor. Di sisi lain, Hencky menganggap keterpilihan Moeldoko lewat KLB sudah benar.
"Itu maunya mereka kan tapi kita melakukan itu benar. Jadi Pak Moeldoko itu kan tanggal 5 baru masuk ke sana setelah dia dipilih. Jadi enggak ada hoaks di situ," kata Hencky dihubungi Suara.com, Rabu (17/3/2021).
Hencky berujar apabila ada dugaan hoaks maka hal itu seharusnya dituduhkam kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono.
"Jadi kalau memang mau hoaks itu, hoaks itu terjadi pembohongan publik itu dari Pak SBY dan AHY. Jadi enggak usahlah jadi pndiri-pendiri yang mana," kata Hencky.
Hencky kembali menegaskan bahwa tidak ada satupun hoaks yang dilakilam oleh Kepala Staf Presiden, Moeldoko.
"Tidak ada satupun hoaks. Di alam demokrasi ini semua harus sesuai dengan data faktual. Jadi gak ada itu (hoaks)," ujarnya.
Laporkan Moeldoko
Kepala Staf Presiden sekaligus Ketua Umum Demokrat versi KLB Moeldoko, resmi dilaporkan LBH Almaun ke Bareskrim Polri, Selasa (16/3/2021).
Baca Juga: Moeldoko Dipolisikan, Demokrat Hasil KLB: SBY Pendiri Partai Jelas Bohong
Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Masyarakat untuk Nawacita melaporkan Moeldoko ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran informasi bohong alias hoaks.