Staf Pingsan Diperkosa di Kantor Menhan, PM Australia Minta Maaf

Selasa, 16 Februari 2021 | 15:50 WIB
Staf Pingsan Diperkosa di Kantor Menhan, PM Australia Minta Maaf
Perdana Menteri Australia Scott Morrison (Getty Images)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison minta maaf kepada mantan staf pemerintahannya yang menjadi korban pemerkosaan di gedung parlemen dua tahun lalu. Dia juga berjanji menyelidiki kasus tersebut.

Menyadur CNN, Selasa (16/2/2021), Brittany Higgins mengakui diperkosa mantan rekannya di kantor menteri pertahanan setelah acara kerja malam pada Maret 2019.

Dalam sebuah wawancara dengan acara Network 10 Australia "The Project" pada hari Senin, Higgins mengatakan dia mencoba pulang.

Tetapi rekan yang tidak disebutkan namanya itu bersikeras mengajaknya kembali ke Gedung Parlemen untuk "mengambil sesuatu,".

Di gedung parlemen, Higgins mengaku pingsan di sebuah sofa. Ketika dia bangun, ia mendapati rekannya sedang melakukan "pemerkosaan" kepadanya dan ketika dia berulang kali memintanya berhenti, dia tidak melakukannya.

Higgins belum secara terbuka mengidentifikasi tersangka pemerkosa.

Higgins mengatakan dia berbicara dengan polisi pada awal April 2019, tetapi memutuskan untuk tidak mengajukan pengaduan resmi di tengah kekhawatiran tentang prospek karirnya.

"Ini bukan keputusan yang tepat bagi saya secara pribadi, terutama terkait tuntutan tempat kerja saya," tulisnya, menurut News.com.au.

Polisi di Canberra mengonfirmasi kepada Reuters bahwa mereka telah berbicara dengan pelapor pada April 2019, tetapi dia memilih untuk tidak mengajukan pengaduan resmi.

Baca Juga: Australian Open: Barty dan Tsitsipas Melaju ke Babak Keempat

Setelah Higgins memberi tahu staf senior tentang insiden tersebut, dia mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia kemudian diminta untuk menghadiri pertemuan di kantor tempat dia mengaku diperkosa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI