Semua toko dan layanan yang tidak esensial tetap tutup. Orang-orang yang berada di toko-toko dan angkutan umum diharuskan memakai masker medis, termasuk masker bedah dan masker filter FFP2.
Pemilik perusahaan atau pemberi kerja harus, sebisa mungkin, mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah hingga 15 Maret.
Kontak dalam pertemuan pribadi dibatasi hanya untuk satu orang lain yang tidak tinggal serumah. Sebagian besar sekolah ditutup dan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh.
Meski infeksi menurun, Jerman khawatir mutasi corona Pusat pengendalian penyakit nasional Jerman, Robert Koch Institute (RKI), pekan lalu mengatakan bahwa varian baru virus corona yang lebih menular, yang pertama kali dicatat di Inggris, kini telah terdeteksi di sebagian besar 16 negara bagian Jerman.
Varian baru virus corona dari Afrika Selatan juga pernah dilaporkan beberapa kali di Jerman.
"Mempertimbangkan mutasi virus, langkah-langkah untuk mencabut pembatasan harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap untuk menghindari risiko memburuknya situasi dari keberhasilan pengendalian infeksi saat ini," demikian tertulis dalam rancangan dokumen terkait pengendalian pandemi di Jerman.
Perdebatan tentang pembukaan sekolah dan taman kanak-kanak
Pembukaan kembali sekolah adalah poin utama yang menjadi perdebatan ketika harus mencabut aturan pembatasan.
Pihak yang mendukung pembukaan kembali sekolah mengatakan hal itu akan menghilangkan beban orang tua saat anak-anaknya harus belajar dari rumah. Pembukaan kembali sekolah dapat membuat anak-anak yang kurang mampu tidak ketinggalan pelajaran.
Baca Juga: Perusahaan Jerman-Inggris Berencana Buat Vaksin untuk Corona Varian Baru
Namun, kepala asosiasi perawatan intensif Jerman, DIVI, pada Rabu (10/02) memperingatkan bahwa pembukaan kembali sekolah dan taman kanak-kanak akan memicu munculnya kembali kasus virus.