Nakes Indonesia, Berjuang antara Selamatkan Keluarga Sendiri dan Pasien

Reza GunadhaABC Suara.Com
Senin, 01 Februari 2021 | 19:03 WIB
Nakes Indonesia, Berjuang antara Selamatkan Keluarga Sendiri dan Pasien
Tenaga kesehatan, ujung tombak perlawanan terhadap pandemi covid-19. [ABC Indonesia]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Genap tiga bulan Nadhira Anindita Ralena, dokter muda, dikarantina pada salah satu tower Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

Dokter Dita mengungkapkan, per hari, dirinya minimal merawat sekitar 150 pasien positif covid-19 yang diisolasi pada RSD Wisma Atlet.

"Sebelum tahun baru 2021, Tower 6 dan 7 Wisma Atlet menampung sekitar seribuan psaien. Setelah tahun baru, 2.500 pasien hampir terlampaui," kata dr Dita.

"Peningkatan penumpukan pasien COVID itu nyata sekali di rumah sakit dan itu membuat tenaga kesehatan kelelahan."

"Sejawat saya mulai kelelahan, bahkan ada yang jatuh sakit. Jumlah pasien terus meningkat dengan jumlah tenaga kesehatan yang malah berkurang. Kami benar-benar jungkir balik dua minggu ini." katanya lagi.

Di Yogyakarta, Dr Sri Aminah, berusia 61 tahun, adalah dokter spesialis anak yang pernah menjadi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yogyakarta.

Dr Sri mengatakan suaminya yang juga seorang dokter di bidang telinga, hidung, dan tenggorokan, serta dua sopir keluarnya pernah dinyatakan positif COVID-19.

"Saya dan anak saya dokter yang sedang mengambil spesialis kardiologi di RSUP Dr Sardjito yang sejauh ini negatif," katanya dalam perbincangan dengan Sastra Wijaya dari ABC Indonesia.

"Suami saya masih praktek di rumah sakit, dan tiap hari masih keluar rumah untuk belajar dan diskusi selama beberapa jam," katanya.

Baca Juga: Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19, Jenazah Soraya Abdullah Masih di RS

Sementara dirinya masih melakukan praktek dari rumah dan selalu berhati-hati dengan protokol kesehatan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI