Apa Arti SOS? Ini Fungsi Sinyal Bahaya Tersebut

Rifan Aditya Suara.Com
Kamis, 21 Januari 2021 | 15:40 WIB
Apa Arti SOS? Ini Fungsi Sinyal Bahaya Tersebut
Gambar sebagai ilustrasi - arti SOS - Heboh munculnya tulisan SOS di Pulau Laki, area pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh (GoogleMaps).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Kemudian ada perusahaan Marconi, yang menyewakan peralatan dan operator telegrafnya ke berbagai kapal laut, menggunakan kode "CQD" untuk sinyal bahaya. Sementara itu, German Regulations for the Control of Spark Telegraphy pada tahun 1905 mengamanatkan bahwa semua operator Jerman menggunakan “… ---…”.

Adanya beberapa sinyal bahaya ini tentu saja bisa membingungkan. Itu berarti, kapal yang mengalami kesulitan di perairan asing bisa saja mengalami kendala bahasa komunikasi dengan pihak calon penyelamat, bahkan jika menggunakan Kode Morse Internasional sekalipun.

Karena masalah ini, berbagai negara memutuskan untuk berkumpul dan mendiskusikan gagasan untuk menetapkan beberapa peraturan Internasional untuk komunikasi radiotelegraf.

Kemudian lada tahun 1906, Konvensi Telegraf Nirkabel Internasional diadakan di Berlin, dan para delegasi berusaha untuk membuat panggilan darurat berstandar internasional.

Marconi “-.-. - .-- ..”, dan “……… -..-..- ..” (SSSDDD), yang diusulkan oleh Italia di konferensi sebelumnya, dianggap terlalu rumit. Maka, kode "... --- ..." (SOS) yang diusulkan oleh Jerman dianggap dapat dikirimkan dengan cepat dan mudah serta sulit untuk disalahartikan.

Inilah kemudian alasan sandi yang lebih dikenal dengan sinyal SOS dipilih sebagai sinyal bahaya untuk penggunaan secara Internasional, dan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1908. 

Bagaimana, sekarang kamu lebih paham tentang apa arti SOS yang sebenarnya, bukan?

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Baca Juga: Heboh Tanda SOS Pulau Laki, Ini 5 Cara Kirim Sinyal Bantuan saat Tersesat

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI