Pantau Dapur Umum Korban Banjir Jember, Mensos Risma Pegang Centong Nasi

Senin, 18 Januari 2021 | 17:48 WIB
Pantau Dapur Umum Korban Banjir Jember, Mensos Risma Pegang Centong Nasi
Mensos Tri Rismaharini (kemeja putih) saat membantu menyiapkan nasi bungkus di tempat pengungsian untuk korban banjir di Jember, Jawa Timur. (Keterangan Foto: Dokumentasi Humas Kemensos)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau langsung dapur umum untuk korban banjir di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Senin (18/1/2021). Banjir tersebut berdampak luas hingga tujuh kecamatan. 

Dengan mengenakan pakaian putih dan kerudung hitam, Risma menyaksikan bagaimana dapur umum yang terletak  Kantor Wonoasri Jember itu beraktivitas. Ia terlihat memperhatikan petugas yang tengah memasak. 

Sambil berjalan, Risma memperhatikan kondisi dapur umum tersebut yang tengah sibuk menyiapkan makanan bagi para korban terdampak banjir. 

Berdasarkan foto yang diterima Humas Kemensos, Risma terlihat memegang centong nasi untuk membantu menyiapkan nasi bungkus ke korban bencana. 

Selain itu, ia juga mengamati stok bantuan logistik yang tersedia. Seperti selimut, obat-obatan, kebutuhan sandang serta perlengkapan lainnya. 

Mensos Tri Rismaharini (kemeja putih) saat turun langsug di tempat pengungsian korban banjir di Jember, Jawa Timur. (Keterangan Foto: Dokumentasi Humas Kemensos)
Mensos Tri Rismaharini (kemeja putih) saat turun langsug di tempat pengungsian korban banjir di Jember, Jawa Timur. (Keterangan Foto: Dokumentasi Humas Kemensos)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Jember mengatakan, bencana banjir semakin meluas hingga tujuh kecamatan pada Kamis (14/1) malam. Personelnya telah melakukan proses evakuasi kepada warga.

"Korban yang terdampak banjir hingga satu meter dievakuasi ke lokasi yang aman seperti balai desa, musala dan masjid," katanya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/1/2021).

Ia mencatat, ada 81 warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri telah dievakuasi menggunakan perahu karet ke Balai Desa Wonoasri. Balai desa dijakdikan posko pengungsian sementara, meski juga sempat terendam banjir.

"Dari total 81 jiwa yang mengungsi, terdapat 25 orang lanjut usia (lansia) dan tiga anak-anak di bawah lima tahun (balita)," urainya.

Baca Juga: Mensos Risma Kasih KTP ke Gelandangan, Kritik Rocky Gerung Pedas

Kemudian juga mengevakuasi warga terdampak banjir di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo ke musala dan masjid yang lokasinya aman dari genangan banjir.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI